Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Under Cover Jokowi Under Cover

Hari-hari ini kita melihat bahwa masyarakat diadu terus, dibenturkan oleh berbagai macam isu terutama menjelang Pilkada. Digiring menjadi anti ini, anti itu, tapi semua anti-anti ini tidak bermuara pada kepentingan  bangsa. Hanya menjadi kubu-kubu yang membela perjuangan semu. Bukan untuk bangsa Indonesia. Artinya sebetulnya pemilihan langsung model seperti ini justru memecah belah bangsa. Tidak ada sinergi antar elemen masyarakat untuk membangun cita-cita bersama sebagai bangsa.

Ditambah lagi kaum muda yang jauh dari sejarah. Mahasiswa yang harusnya menjadi tonggak idealisme seakan mati suri karena sibuk dengan narasi ‘kegaulan’ tanpa memikirkan nasib bangsa kedepan. Mereka lebih suka memikirkan hal yang hingar bingar ketimbang memikirkan nasib rakyat Indonesia. Di sisi lain, para kaum muda yang berjuang demi terciptanya cita-cita bangsa ini malah dibilang ketinggalan jaman. Ini menjadi sebuah ironi yang sudah sangat menghawatirkan.

Media-media besar terus menyuarakan kepentingan siapa yang mampu membayar lebih besar. Pembodohan publik terus dilakukan. Sementara ketika ada yang menyuarakan kebenaran dengan cara yang tak biasa, dianggap tidak mumpuni karena hanya lulusan SMA dan tidak mempunyai metodologi yang jelas, seperti penerbitan buku Jokowi Under Cover.  Intitusi penegak hukum menjadi benteng tirani rezim. Itulah faktanya. Buktinya apa? Tanyakan pada hati nurani dan akal sehat kita.

Melihat kondisi bangsa yang makin tidak mengarah pada jalan kebaikan sebagai bangsa yang punya cita-cita bersama menuju bangsa adil, makmur, sejahtera, sudah saatnya kita insyafi bersama. Bahwa kita lupa peta bangsa ini, padahal petanya ada dalam UUD 1945.

Orang-orang boleh meragukan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY, Jokowi atas kepemimpinan mereka. Tapi jika orang-orang  meragukan kebajikan besar gerakan kembali ke UUD 45 Naskah Asli, kita harus siap berkelahi sampai mati.  Bagaimana tidak, semua keburukan reformasi yang kita alami sekarang ini, diberikan jalannya oleh amandemen-amandemen terhadap UUD 1945 Naskah Asli. Dan peta penyelamat bangsa ini adalah UUD 1945.

(Tim Redaksi)

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: