Monday, November 20Kita mulai dari sini...

TNI Milik Rakyat, TNI Tidak Boleh Buta Politik

prajurit-tni-polri-dan-rakyat-bangun-jembatan021_20160510_160555

Pancasila saat ini lebih terasa bersifat ornamen. Padahal setiap ideologi negara seharusnya menjadi sumber segala sumber hukum, namun nyatanya kebijakan publik yg jauh dari nilai-nila Pancasila. Negara, pemerintah, rezim, selalu ada tiga poros ini dalam lingkaran politik kebangsaan. Lalu pertanyaannya TNI posisinya dimana?

Politik TNI adalah pada ranah kenegaraan, kesetiaan TNI secara filosofis adanya pada posisi negara, walaupun dia ada dalam suatu lingkup pemerintahan dan rezim tertentu. Sehingga  TNI pada dasarnya mendahului kepentingan pemerintahan atau rezim. TNI milik rakyat.

“Ingatlah bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokan haluannya, kita masuk dalam tentara karena keinsyafan jiwa”  itulah penggalan kata dari Jenderal Sudirman.

TNI tidak boleh buta politik. Politik dalam arti ini bukan lah politik versi sekarang ini yaitu partai-partai , melainkan politik yang kaitannya dengan kecintaan atas ancaman musuh-musuh anti Pancasila dan UUD45, maka TNI berserta seluruh rakyat pejuang akan tetap melawan hingga diraihnya kemerdekaan NKRI, juga ikut mengawal terbentuknya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: