Wednesday, December 13Kita mulai dari sini...

Tentang RevolusiTotal.org

Dunia Dibentuk oleh Revolusi

Dunia dan umat manusia sebagaimana kita kenal sekarang, yang terdiri dari negara-negara bangsa, (nation states) dibentuk oleh serangkaian revolusi. Berbicara mengenai revolusi, biasanya orang akan serta-merta menyebut Revolusi Amerika 1776 dan Revolusi Perancis 1789. Kedua revolusi ini memang memberikan sumbangan penting bagi umat manusia dalam memahami sejati dirinya. Akan tetapi, orang sering melupakan Revolusi Belanda 1566. Padahal, peradaban barat modern tidak mungkin dipahami dengan tepat tanpa membahas ketiga revolusi ini sebagai suatu rangkaian proses.

Revolusi Belanda menyadarkan umat manusia bahwa “kedaulatan negara” tidak harus selalu berarti kedaulatan seorang raja, dengan membentuk Republik Belanda yang dipimpin oleh sebuah Dewan perwakilan tujuh belas propinsi. Revolusi Amerika melengkapi gagasan itu, dengan menegaskan bahwa negara berdaulat selama memberikan jaminan bagi hak asasi manusia warganegaranya. Revolusi Perancis menggenapi dengan menegaskan kesetaraan status warganegara; (citoyen) tidak ada lagi golongan warganegara—seperti kaum bangsawan (gentry) dan kaum padri (clergy) —yang memiliki keistimewaan di hadapan hukum negara.

Akan tetapi, kemajuan yang dicapai di bidang kebebasan politik ini dinodai oleh kemunduran parah di bidang keadilan sosial. Belakangan disadari bahwa tidak seluruh umat manusia menikmati kebebasan politik yang diperjuangkan oleh ketiga revolusi tersebut, tetapi hanya segelintir yang sudah terbebas dari masalah-masalah mendasar yakni sandang, pangan dan papan. Selebihnya, sebagian besar umat manusia hidup dalam suasana penghisapan dan pemerasan secara ekonomi bahkan sosial dan budaya oleh sebagian lainnya yang menguasai sumberdaya ekonomi.

Revolusi Indonesia 1945

Itulah sebabnya banyak pemikir dan penggiat gerakan sosial di Eropa abad ke-19 mendambakan kesetaraan sejati di antara umat manusia—yang dicirikan tidak oleh kebebasan politik saja, namun terutama yang berkeadilan sosial. Demikianlah maka aspirasi-aspirasi ini memuncak pada Revolusi Rusia 1917, yang bercita-cita mewujudkan suatu masyarakat sedunia yang sama rata sama rasa tanpa adanya penghisapan dan pemerasan di antara manusia. Namun sebagaimana diketahui, belum sampai satu abad revolusi ini hancur berantakan, justru menjauh dari cita-cita semula.

Dalam pada itu, dunia belum cukup mengenal suatu revolusi yang sesungguhnya—sebagai suatu gagasan—penting sekali sumbangannya bagi pemahaman jati diri umat manusia di muka bumi, yaitu REVOLUSI INDONESIA 1945. Sebagai yang paling muda, Revolusi Indonesia 1945 mendapat keuntungan dapat belajar dari kelebihan dan kekurangan revolusi-revolusi terdahulu. Bahkan, Revolusi Indonesia 1945 sesungguhnya adalah “penarikan ke atas” (hogere optrekking) atau penyempurnaan dari revolusi-revolusi terdahulu itu. Revolusi Indonesia 1945 adalah jalan tengah yang mengembalikan umat manusia pada kesejatiannya.

Revolusi Indonesia 1945 tidak menganjurkan kebebasan yang sebebas-bebasnya di antara manusia, karena kenyataannya manusia atau homo sapiens adalah mahluk yang secara fisiologis didisain untuk hidup bermasyarakat. Manusia selalu terikat pada manusia lainnya dengan satu dan lain cara. Bayi manusia, tidak seperti bayi kambing atau bayi rusa, selalu membutuhkan pengasuhan yang lama sampai ia benar-benar bisa mandiri. Demikian juga, Revolusi Indonesia 1945 tidak memaksakan kesamaan dan kesetaraan di seluruh umat manusia karena kenyataannya masyarakat manusia selalu berbeda satu sama lain tergantung pada tempat hidupnya.

Revolusi Sebagai Proses

Itulah sebabnya, Revolusi Indonesia 1945 menganjurkan paham kebangsaan untuk mengorganisasi umat manusia di dunia ini—karena kenyataannya manusia memang berkelompok dalam bangsa-bangsa. Itulah yang sejati, yang fitrah, yang naluriah dari masyarakat manusia. Dalam pada itu, masyarakat bangsa-bangsa harus insyaf bahwa meski tampak berbeda satu sama lain, mereka tetap satu umat manusia sedunia yang dicirikan oleh hasrat untuk berlaku adil satu sama lain, dan hasrat untuk mempertinggi mutu budi bahasa dalam pergaulan di antara mereka pula. Itulah kemanusiaan, hakikat manusia yang membedakannya dengan mahluk-mahluk lainnya.

Terpenting dari semuanya—inilah yang terutama membedakan dari revolusi-revolusi terdahulu—Revolusi Indonesia 1945 menegaskan jatidiri manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, selaku wakil Tuhan di muka bumi, diberi tugas untuk memelihara dan mempercantik bumi. Tidak ada lagi kenyataan yang lebih luhur, lebih paripurna dari ini. Tidak ada lagi pemahaman yang lebih mencerahkan, lebih membebaskan dari pengakuan jujur dan bersahaja bahwa manusia tidak lebih dari hamba Tuhan. Manusia tidak pernah ditakdirkan menjadi tuan, terhadap sesamanya juga terhadap seluruh ciptaan.

Demikianlah, maka Revolusi Indonesia 1945 adalah suatu revolusi total, revolusi yang sangat mendasar (radikal) sekaligus sangat luhur. (transendental) Revolusi Indonesia 1945 tidak sekadar menyasar perilaku dan kebiasaan manusia, namun jauh menghunjam ke dalam sanubari, hati nurani, kesadaran manusia yang paling dalam. Sebagai suatu proses, Revolusi ini harus terus digulirkan, diperjuangkan, digembar-gemborkan. Untuk kepentingan itulah maka situsweb revolusitotal.org ini diadakan, guna terus menggulirkan, memperjuangkan, menggembar-gemborkan pesan-pesan Revolusi Indonesia 1945, sampai benar-benar mewujud menjadi kesadaran umat manusia seluruhnya, sampai terasa benar manfaatnya bagi dunia dan segala isinya.