Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Sudah Saatnya Indonesia Kembali Menjadi Raja Lautan

Membangun bangsa melalui budaya diawali dengan menelusuri sejarah peradaban yang berkembang di Nusantara. Peradaban Majapahit dapat ditumbuh-kembangkan menjadi budaya bangsa Indonesia karena dizaman Majapahit yang menguasai Nusantara kala itu hampir mendekati dengan dengan wilayah NKRI.

Dewasa ini para pakar memandang Indonesia adalah negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan atau negara kepulauan yang dihubungkan oleh lautan. Keduanya mengandung pengertian yang sama dilihat dari cara pandang pengelolaan wilayah negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Dengan cara pandang ini, maka daratan merupakan sasaran pembangunan. Dan kalaupun akhir-akhir ini ada upaya membangun kelautan, masih merupakan kegiatan yang terpisah atau ditempelkan. Jelasnya, hal itu masih merupakan kegiatan yang tidak terintegrasi dan cara pandang itu masih sangat dipengaruhi oleh para ahli berpendidikan Barat yang berorientasi pada pengembangan “kontinental” semata.

Kita telah terjebak hanya membangun daratan untuk kesejahteraan bangsa dan membiarkan laut kita terbengkalai begitu saja. Padahal sesungguhnya sejak Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 mengenai “Konsep Nusantara”, yang kemudian dikukuhkan pada Konvensi Hukum Laut Persatuan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) pada  1982, bangsa kita telah mendapat pengakuan bahwa wilayah Indonesia adalah lautan dan daratan dalam sebuah kesatuan. Terlebih lagi dengan adanya kesepakatan Internasional mengenai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), maka wilayah yang dapat dikelola oleh negara terderi kurang lebih 75% lautan dan hanya 25% daratan.

Jika kita melihat kehebatan Majapahit letak kekuatannya adalah para armadanya lautnya yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi dari Jawa ke wilayah Nusantara, dan kemudian perkembangan armada niaga Majapahit menjadi lebih kuat dan besar. Majapahit pun mengembangkan armada perangnya untuk melindungi dari serangan perompak terhadap armada niaganya yang berlayar sampai ke India, Afrika dan Cina.

Dengan demikian jika dilihat dari bukti nyata Zona Ekonomi Eksklusif kita dan kilas catatan sejarah kita yaitu di zaman Majapahit, jelas bahwa lautan lebih dominan. Dengan berkaca dari hal tersebut sudah seharusnya Indonesia menjadi “Raja Lautan” agar dapat menguasai aspek kelautan Indonesia untuk dimanfaatkan keberlangsungan hidup rakyat Indonesia. Sehingga dikemudian hari Indonesia dapat menjadikan laut sebagai salah satu sumber daya  alam yang menjadi tumpuan negara Indonesia.

(Tim Redaksi)

Leave a Reply

%d bloggers like this: