Wednesday, October 18Kita mulai dari sini...

Rezim Jokowi Makin Kacau, TNI Harapan Besar Rakyat Yang Tersisa

Kondisi politik hingga ekonomi Indonesia kian bergejolak. Semakin kental keresahan masyarakat saat ini akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Presiden RI, Joko Widodo. Harga bahan pokok naik perlahan namun pasti, kian mahalnya akses terhadap pendidikan, hingga yang paling baru yaitu tarif dasar listrik membuat rakyat kecil terjepit.

Aksi-aksi kritis dari elemen masyarakat seakan di bungkam oleh rezim. Para politisi partai penguasa seakan diam tanpa kata, padahal sebelum menjadi partai berkuasa mereka getol dan paling sensitif dengan permasalahan yang serupa. Timbul pertanyaan, “Ada apa dengan pemerintahan Jokowi?”.

Pemerintah telah dianggap tidak melaksanakan kewenangannya sesuai amanat UUD 1945. Jelas ini benar, karena memang sampai hari ini sejak masa reformasi, pemerintahan di Indonesia berjalan di atas UUD Amandemen, bukan UUD 1945. Di saat rakyat Indonesia mulai frustasi yang berpuncak pada era rezim Jokowi, maka siapa yang mampu menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan akar permasalahan bangsa yang berpangkal dari Amandemen UUD 1945 ini.

Dari keresahan ini, harapan besar Rakyat Indonesia selain berpegang pada semangat  suara dari mahasiswa, adalah berpegang pada satu lembaga sebagai instrumen negara (bukan instrumen pemerintah), yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI jelaslah milik rakyat, bukan pegawai pemerintah. Karena pemerintah hanya satu bagian dari elemen sebuah negara secara de facto. Maka TNI berdasarkan jati dirinya jelas ada dalam perjuangan bersama rakyat dan harus ada dalam garis terdepan perjuangan rakyat. Apalagi kondisi arah bangsa kian kritis seperti yang sekarang tengah terjadi pasca 18 tahun reformasi.

Dalam sumpah TNI sebagai berikut:

  1. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.
  3. Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.
  4. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia.
  5. Bahwa saya akan memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya.

 

Melihat hal ini, jelas kesetiaaan TNI adalah pada UUD 1945, bukan pada UUD Amandemen. Karena UUD 1945 Asli dan UUD Amandemen jelas berbeda sangat jauh. Karena kita tahu pangkal masalah yang menyebabkan segala kebijakan publik yang tidak menguntungkan Rakyat Indonesia ini adalah ulah Amandemen UUD.

UUD hasil Amandemen telah membuat penyelewengan terhadap pelaksanaan pemenuhan kesejahteraan dan keadilan sosial terlegitimasi, seolah boleh.

Maka jelas TNI harus bersama rakyat menjalankan sumpahnya untuk menjaga arah tujuan bersama kita sebagai bangsa Indonesia dalam UUD 1945. Dengan begitu TNI atas nama penderitaan Rakyat Indonesia sudah sepatutnya segera mengembalikan arah bangsa yang semakin kacau ini. Sudah pasti jika melihat sumpah TNI, maka secara logis dan konsekuen Panglima TNI jelas sudah siap berada di garda terdepan melindungi segenap rakyat Indonesia untuk bersama mengingatkan pemerintahan yang tidak berlandaskan UUD 1945.

 

2 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: