Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Post Page

Anomali atau Ketimpangan Nih Bu Sri?

Anomali atau Ketimpangan Nih Bu Sri?

Ekku, Opini Publik
oleh: Dwi Gema Kumara (Alumni Filsafat UI)   Saya langsung tersedak. Tersedak seketika karena begitu kagumnya melihat orang-orang pintar di negeri ini memang begitu pintar. Salah satunya menteri yang katanya kebanggaan saat ini, Sri Mulyani yang disebut Kwik Kian Gie merupakan salah satu kader mafia Berkeley. Dengan segala gudang prestasi di karirnya, satu hal yang membuat saya terkagum adalah keahliannya memilih diksi. Permainan satu kata, namun memiliki dampak opini publik yang fundamental. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lesunya daya beli masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini merupakan gejala anomali di tengah meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga tahun ini. "Konsumsi rumah tangga yang 4,93% kami lihat secara hati-hati. Di satu sisi inflasi sanga...
Mulai Banyak Benteng Pancasila Gadungan

Mulai Banyak Benteng Pancasila Gadungan

Ideologi, Opini Publik, Polkum
oleh: Sarlan Abimanyu   Jujur saja, semakin hari saya semakin gatal pada berbagai kelompok yang menjadi benteng Pancasila 'gadungan'. Kenapa saya pakai kata gadungan? Toh kita dapat tes saja bagaimana kelompok-kelompok yang merasa ber-Pancasila akan gagap bicara tentang Pancasila secara das sollen dan das sein. Pancasila yang sering dikumandangkan hanya Pancasila jargon. Tanpa mengerti bahwa pemahaman poin-poin dalam Pancasila itu tidak pernah bebas dari sebuah konteks. Apa konteks yang dimaksud? Yaitu UUD 18 Agustus 1945. Karena poin-poin yang kita kenal sebagai 5 poin azas itu (sehingga disebut Panca, yang artinya lima) berada di dalam Pembukaan UUD 1945 yang berkedudukan sebagai staatfundamentalnorm.  Maka dari itu konsekuensi dalam sebuah aturan konsitusi berlaku hira
Tentara Harus Berpolitik!

Tentara Harus Berpolitik!

Kronik
Kamis, 5 Oktober, Tentara Nasional Indonesia merayakan HUT yang ke-72. Di tengah dinamika situasi bangsa saat ini, sudah sepatutnya kita bangga atas kehadiran para kstaria, para patriot yang berasal dari Rakyat itu. Karena sejatinya  memang tentara Indonesia adalah tentara Rakyat. Sehingga kepentingan kedaulatan rakyat adalah tugas pokok utamanya. Sayangnya ditengah kisruh kepentingan para penguasa, tudingan-tudingan miring terus dilayangkan pada TNI kita. Banyak yang berpendapat bahwa aktiftas Panglima TNI saat ini, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, melakukan 'politik praktis'. Padahal dengan tegas Panglima mengatakan bahwa yang dilakukannya semata-mata bentuk politik negara. Disampakan Presiden Joko Widodo dalam acara HUT TNI ke-72 kemarin bahwa “TNI tidak boleh terlibat dalam politik
Pasal 33 UUD 1945; Ukuran Nyata Kebijakan Ekonomi

Pasal 33 UUD 1945; Ukuran Nyata Kebijakan Ekonomi

Ekku
Dalam tulisan yang terbit pada tahun 1955, sepuluh tahun setelah UUD 1945 mendapat kesempatan untuk berperan sebagai pedoman dasar pmerintah dan bangsa secara keseluruhan, Bung Hatta, penyusun pasal itu menyatakan sebagi berikut: Politik perekonomian berjangka panjang meliputi segala usaha dan rencana untuk menyelenggarakan berangsur-angsur ekonomi Indonesia yang berdasarkan koperasi. Di sebelah menunggu tercapainya hasil politik perekonomian berjangka panjang ini, perlu ada politik kemakmuran berjangka pendek yang realisasinya bersumber pada bukti-bukti yang nyata. Sekalipun sifatnya berlainan daripada ideal kita bagi masa datang, apabila buahnya nyata memperbaiki keadaan rakyat dan memecahkan kekurangan kemakmuran kini juga, tindakan itu sementara waktu harus dilakukan oleh mereka yan...