Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Polemik Setya Novanto Kembali ke DPR RI

Terpilihnya lagi Setya Novanto menjadi ketua DPR membuat semua publik tercenang. Masih hangat dalam ingatan semua masyarakat, Setya Novanto terjerat kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP. Kasus yang tercium oleh KPK sejak April 2014 itu, menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

KPK yang telah bekerjasama denga BPK (badan penyelidik keuangan) melihat negara mengalami kerugian sekitar 2 triliun lebih.

KPK tidak menampik anggapan bahwa penyidik lembaganya akan menelusuri “nyanyian” bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin. Setelah diperiksa penyidik untuk kasus e-KTP pekan lalu, Nazaruddin mengatakan banyak pihak terlibat dalam kasus e-KTP, di antaranya anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, dan mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Dilansir dari tempo.co.id Saut menduga terdapat praktek dagang pengaruh dalam proyek e-KTP itu dan dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan. “Esensinya adalah ada permainan di ranah pengaruh. Urusan sogok bisa belakangan atau jauh di depan,” ujarnya.

Nama Setya Novanto sudah ditelusuri KPK sejak Agustus 2013 ketika penyelidik KPK menemui bos PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos, di Singapura. Sandipala merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia, yang memenangi tender proyek e-KTP.

Menilai apa yang telah menimpa Setya Novanto kemudian dengan mudahnya ia terpilih lagi menjadi ketua DPR, mungkin akan menjadi sebuah polemik di pemerintahan Jokowi. Selain itu citra parlemen bisa saja semakin buruk karena figur Setya Novanto yang masih didera berbagai masalah dugaan korupsi. Di sisi lain parlemen sedang berusaha mengembalikan kepercayaan publik dengan target legislasi.

(Reza Fathur)

Leave a Reply

%d bloggers like this: