Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Permasalahan Pangan Seharusnya Jadi Program Utama Pemerintah

Jakarta- Kementerian Pertanian mempunyai target, Indonesia menjadi negara kedaulatan pangan. Kementerian Pertanian juga mempuyai strategi yaitu cetak sawah di berbagai daerah yang potensial. Daerah yang tidak hanya berfokus di Jawa, melainkan seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kemtan Sumardjo Gatot Irianto mengatakan pada beritasatu.com, pihaknya terus berupaya mengembangkan program cetak sawah di berbagai daerah. “Terobosan ini tak lain adalah demi memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan nasional,” ujar Gatot dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (7/12).

Pada 2016, Direktorat Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat berupaya membuka sawah baru seluas 132.129 hektare (ha) di 27 provinsi pada 161 kabupaten. Menurut Gatot, jika program cetak sawah seluas 132.129 ha ini berhasil, maka akan menambah luas baku lahan sawah.

Gatot mengaku, upaya memberdayakan masyarakat pedesaan untuk meningkatkan produksi terhambat karena kemampuan adaptasi kelompok masyarakat ini rendah. Hal ini akibat dari minimnya sumber daya yang dimiliki serta kecenderungan bergantung pada sumber daya yang rentan terhadap kondisi lokal.

Masyarakat Indonesia memang penghasil produk pertanian. Sayangnya akses terhadap pangan dalam kualitas dan kuantitas yang memadai masih sangat terbatas.

Secara teknis pelaksanaan program kedaulatan cetak sawah ini akan membuat Kementrian Pertanian lebih fokus lagi akan masalah yang terjadi disetiap daerah. Harapan lain dengan adanya program cetak sawah ini, daya beli masyarakat pedesaan yang rendah namun tetap terakomodir.

Permasalahan pangan seperti ini yang seharusnya menjadi program unggulan, mengingat pemanfaatan SDA yang belum merata di Indonesia. Ketika pangan sudah dapat diselesaikan taraf hidup masyarakat Indonesia akan meningkat dengan sendirinya.

(Olive)

Leave a Reply

%d bloggers like this: