Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Pemilu Langsung Bukti Nyata Penipuan Terhadap Rakyat

Semenjak diberlakukannya pemilihan umum yang berlaku pasca Amandemen UUD tahun 2002, Pemilu oleh ‘seluruh’ rakyat Indonesia yang diawali pada tahun 2004 merupakan sebuah bukti nyata bahwa penyelenggara pemerintahan tidak menjalankan Pancasila. Pada sila ke-4 di Pancasila telah dituliskan bahwa “Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”,  merupakan landasan berdemokrasi ala Indonesia yang telah dirancang sedemikian rupa oleh para pejuang kemerdekaan kita agar bangsa ini memilih pemimpin dengan sebaik-baiknya.

Namun miris apa yang terjadi saat ini di Indonesia, sila ke-4 di Pancasila tidak lagi dijalankan namun lebih memilih berdemokrasi dengan Pemilu Langsung. Ini merupakan sebuah kecacatan befikir yang sedang berlangsung di negara ini, mengusung demokrasi yang dikatakan lebih baik katanya one man one vote tanpa lembaga perwakilan adalah sebuah realisasi nyata dari sebuah demokrasi. Jika dilihat hal ini disebabkan tata pemerintahan Indonesia sekarang menganut kiblat demokrasi Amerika, namun disana pun cara pemilihan seperti ini ini tidak sepenuhnya diterapkan. Presiden dan Wakil Presiden Amerika dipilih melalui electoral votes.

Penyelenggara pemerintahan harus memahami Pancasila dan UUD 45 Asli, yang mana sudah diatur dengan sebaik-baiknya agar pemilihan kepala pemerintahan dipilih melalui orang-orang yang mewaliki elemen rakyat di MPR. Dan tentu MPR pada masa sebelum Amandemen UUD berisi perwakilan-perwakilan elemen masyarakat, dan bukan berisi dominasi partai politik seperti saat ini. Sehingga sudah sangat jelas Pemilu Langsung tidak sesuai dengan Pancasila.

Ir. Soekarno pun pernah berpidato di dalam sidang PBB ke- XV tanggal 30 September 1960 yang menyebutkan dengan tegas kepada seluruh negara yang menghadiri sidang tersebut bahwa Pancasila merupakan berdemokrasi ala Indonesia.

Oleh karena itu bangsa ini sesungguhnya sedang berada dalam kebingungan dalam menjalankan arah negaranya, walaupun sering diucapkan oleh pemerintah bahwa Pancasila adalah dasar negara, namun dari hal cara memilih kepala pemerintahan lewat Pemilu Langsung saja sudah jelas penyelenggara pemerintahan telah menipu rakyat.

(Tubagus Rafi)

Leave a Reply

%d bloggers like this: