Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Mental Miskin Efek Komersialisasi Pendidikan

Suatu fenomena unik terjadi di Tanah Air, masalah yang sedari dulu belum juga teratasi oleh pemerintah yaitu kemiskinan. Uniknya pengentasan masalah kemiskinan ini bukan untuk miskin dalam arti sesungguhnya namun masalah kemisikan mental orang Indonesia.

Menurut Rikki S. Dewangga dalam buku Bersedia Bela Demi Jaya Indonesia ” mental miskin yang mau enaknya saja ini semakin mengerikan dampaknya kalau dimiliki oleh para pejabat publik dan orang-orang yang beraspirasi untuk menjadi seperti itu, mereka merasa pantas mendapatkan berbagai kemudahan bahkan kemewahan hanya karena menduduki jabatan-jabatan tertentu”.

Mental miskin memang sudah terbukti bibit penyakit berbahaya. Pada taraf yang paling mula, ia membuat orang menjadi malas, tidak tergerak untuk memeperbaiki kehidupannya. Taraf selanjutnya menginginkan sebuah kesuksesan tanpa berbuat apa-apa.

Sungguh irosnis mental miskin merasuki masyarakat Tanah Air. Seharusnya masyarakat kita memiliki mental kaya bukan malah sebaliknya ujar Rikki.

Sepertinya di negeri yang mempunyai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa harus mulai mempertimbangkan dengan serius untuk memasukan pendidikan “mental kaya” untuk menghapuskan “mental miskin”. Pendidikan ini penting karena menjadi kaya dan miskin bukan terletak pada sebanyak apa hartanya namun kebesaran hati, kejujuran dan mempunyai usaha lebih untuk mencapai cita-cita.

Sayangnya pendidikan semakin kian mahal. Tidak menjamah seluruh elemen masyarakat. Terutama komersialisaai pendidikan yang memperburuk keadaan.

Komersialisasi pendidikan pertanda bahwa pemerintah tidak menjalankan amanat UUD 1945 yang asli. Dan apakah komersialisasi pemdidikan ini tentu saja efek dari UUD Amandemen yang telah banyak mengubah segala aturan di bawahnya, yang salah satunya berimbas pada pendidikan.

Hal ini tidak dapat dibiarkan. Karena pendidikan adalah hak seluruh rakyat Indonesia tidak mengenal dia miskin atau kaya, harus mendapat pendidikan setinggi mungkin.

Maka dari itu untuk mencegah komersialisasi pendidikan yang terkandung dalam UU Pendidikan, maka untuk menyelesaikan pangkalnya adalah dengan mengembalikan UUD 1945 Asli.

(Reza Fatur)

Leave a Reply

%d bloggers like this: