Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Membangun Patriotisme Baru Yang Bernapaskan Nilai-Nilai Budaya Maritim

Ada beberapa hal yang kiranya dapat menjadi catatan kita agar tidak terus larut terbawa kepada kejayaan masa silam. Namun, bagaimana agar kejayaan, pemikiran, dan perjuangan para leluhur dan pendahulu kita tetap mengilhami gerak langkah dan arah perjuangan negara bangsa ini di masa-masa yang akan datang.

Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang hendaknya diperhatikan dalam melihat Indonesia di masa depan. Pertama, bagaimana membangun kebudayaan bangsa Indonesai yang bermartabat. Pembangunan nasional ke depan hendaknya berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa agar kita memiliki kepribadian. Kedua, bagaimana menyegarkan kembali paham kebangsaan. Tujuannya, agar ikatan dan perjanjian luhur dalam berbangsa dan bernegara dapat menjadi ikatan jati diri bangsa yang kuat, sehingga keutuhan bangsa dan janji-janji kemerdekaan dapat diwujudkan. Ketiga bagaimana bangsa ini kembali menyadari bahwa eksistensi yang sesungguhnya adalah sebagai bangsa bahari yang tinggal di dalam kepulauan.

Dahulu bangsa ini begitu luar biasa jayanya dan memiliki pengaruh yang sangat hebat. Dari sisi pengaruh budayanya, ikatan kebangsaannya erat kendari saat itu ada di bawah kerajaan. Para pemimpinnya menyadari bahwa eksistensinya sebagai bangsa bahari mereka tinggal dan mempunyai negeri sebagai negara kepulauan.

Akan tetapi, perjalanan sejarah bangsa ini mencatat lain. Negeri kepulauan ini mengalami penjajahan yang cukup lama.  Sejarah membuktikan pula pada kita bahwa tanpa disadari ternyata penjajah telah berhasil mengisolasi bangsa ini menjadi bangsa daratan yang tidak lagi memiliki akses yang luas di lautan. Bahkan, penjajah berhasil mengubah cara pandang dan sikap masyarakat bangsa Indonesia yang “memusuhi” lautan seakan lautan itu menjadi pemisah kesatuan pulau-pulau. Malah dengan lautan itu, pulau-pulau yang dekat dengan perbatasan negara lain sering disebut pulau terluar, bukan pulau terdepan dari wilayah negara kita. Sebutan seperti itu membawa akibat psikologis bagi para penduduk kita di kepulauan tersebut, seakan mereka tidak menjadi pribumi yang berada di dalam negara sendiri.

Padahal, kita tahu pula bahwa secara geografis tanah air kita itu lautannya lebih luas dari pada daratan. Ini berarti, bahwa yang seharusnya tertanam dan berkembang dalam diri pribadi bangsa ini tidak lain adalah karakter kemaritiman. Karakter inilah yang sepatutnya menjadi karakter bangsa ini. Sejarah telah membuktikan bagaimana kejayaan dan kedigdayaan bangsa ini telah diakui oleh bangsa-bangsa lain kala itu.

Tentu kita berharap bisa memandang masa depan dengan penuh optimis, mewujudkan kembali keinginanya melahirkan Indonesia yang jaya di maritim dan yang adidaya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Kejayaan maritim tentu saja bukan semata-mata kita memiliki armada lautan. Lebih dari pada itu bagaimana kita mampu mengolah lautan kita yang begitu luas menjadi suatu modal kekuatan ekonomi dalam negeri juga menjadi kekuatan geopolitik, yang tentu saja semuanya itu untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Banyak sekali sektor-sektor potensial dari kekayaan bahari yang belum difungsikan secara optimal. Untuk itu diperlukan semangat yang nyata dari pemerintah dan masyarakat untuk tidak lagi memunggungi lautan.

(Tim Redaksi)

Leave a Reply

%d bloggers like this: