Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Masih Efektifkah UUD 1945 Hasil Amandemen

Meski telah empat kali Undang-undang Dasar (UUD) 1945 mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002, namun amandemen yang dilakukan ternyata dinilai masih menimbulkan ketidakefektifan pada sistem politik di Indonesia. Para aktor yang menduduki kursi-kursi pemerintahan seperti sudah melupakan cita-cita awal para pendiri bangsa ini. Mereka sudah memiliki “cita-cita” sendiri, yaitu memuaskan kepentingan pribadi dan kepentingan kelompoknya semata.

Dengan demikian, apakah kita perlu melakukan amandemen UUD 1945 lagi? Reamanademen dapat saja terjadi, namun bukan pada isi UUD 1945 naskah asli. Amandemen dilakukan terhadap adendum penyempurnaan UUD 1945 yang berupa aturan organik di bawah UUD. Karena amandemen terhadap isi UUD sama dengan mengganti sebuah dasar negara. Sama dengan menjauhkan bangsa dari cita-cita kemerdekaan.

Prof. Dr. Bagir Manan berpendapat ada tiga kemungkinan mengenai belum terlaksananya makna UUD 1945. Pertama, tidak mau melaksanakannya. Kedua, tidak tahu pelaksanannya. Ketiga, tidak mungkin melaksanakanya karena mungkin UUD 1945 dibuat terlalu ideal.

Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, bangsa yang semakin liberal dan makin jauh dengan UUD 1945 yang asli, harus adanya perubahan sistem dan pemimpinnya. Membuat wakil rakyat melihat kembali nilai-nilai yang terkandung di UUD 1945 asli bukan hasil amandemen.

Menurut Kwik Kian Gie dalam wawancaranya dengan repelita.com menyarankan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Dia mengaku sudah membaca sejarah konstitusi Indonesia yang pertama kali dibuat itu.“Ini yang buat bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang terpandai di zamannya. Ini sekarang dilecehkan sampai empat kali diamandemen. Semua harus dikembalikan (ke UUD 1945 asli),” tandasnya.

 

(Angga Mulyana)

Leave a Reply

%d bloggers like this: