Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Mahasiswa UI Gelar Deklarasi “Mahasiswa UI Lawan Penindasan”

Sekian lama mati suri, akhirnya Mahasiswa UI mulai muncul dengan langkah awal mendeklarasikan sebuah gerakan “Mahasiswa UI Lawan Penindasan”. Rabu, 5 April 2017 mereka berkumpul di Taman Lingkar area Perpusatakaan UI, Depok.

Walapun gerakan ini bukan di inisiasi oleh organisasi semacam BEM UI, gerakan ini merupakan bentuk kegeraman dari mahasiswa UI yang sudah gerah melihat penindasan yang dilakukan oleh penguasa pada rakyat, namun mahasiswa UI umumnya banyak diam saja. Adapun kegiatan-kegiatan sosial di kampus yang diadakan oleh lembaga mahasiswa bukan tidak ada, tetapi sifatnya lebih banyak yang seremonial, juga kegiatan yang terus berkutat pada konsep-konsep, bukan pergerakan yang progresif dan revolusioner.

Satu per satu mahasiswa yang hadir mulai memberikan orasi di mimbar bebas.

Banyak dari kita menganggap bahwa kondisi bangsa hari ini baik-baik saja, padahal kekacauan di mana-mana. Hak bersuara diredam, ditekan, bahkan justru dituding makar“, seru Asad dari FEB UI.

Pancasila dan UUD 1945 tidak dijalankan secara konsisten dan konsekuen, maka sudah sebuah harga mati kita mahasiswa UI harus mengembalikan rel perjuangan bangsa“, seru Ilhan Oetomo dari FIB UI.

Setidaknya hal ini merupakan langkah awal sebuah kordinasi besar untuk mempersatukan langkah pergerakan dari mahasiswa UI, untuk bergerak atas nama  nama penderitaan rakyat. Bukan lagi dengan ego-ego lembaga, semua mahasiswa harus terlibat untuk berpihak pada rakyat dan melawan penindasan oleh penguasa“, dari salah satu mahasiswa yang mengisi orasi.

Acara ini juga dihadiri para alumni yang masih punya rasa peduli terhadap nasib mahasiswa UI dan masih peduli bahwa UI harus jadi garda terdepan untuk memperjuangkan keadilan. Karena bagaimana tidak, UI tercatat dalam sejarah sekurang-kurangnya selalu bergerak progresif, revolutif, dan militan untuk melawan pendindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh rezim. Sehingga pergerakan-pergerakan yang dilakukan oleh kampus lain akan menjadi semakin kuat dan semakin solid.

Semoga ini menjadi tanda-tanda, ketika jaket kuning muda mulai terpanggil hatinya untuk meneriakan dan memperjuangkan kembali jati dirinya sebagai ‘Kampus Perjuangan’, sebagai ‘Kampus Rakyat’, revolusi harus terjadi.

(Arnengsih/red)

Leave a Reply

%d bloggers like this: