Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Komoditas Terus Naik, Semangat Ekonomi Kerakyatan Terus Menurun

Kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp 250.000 per kilogram di Samarinda sebagai situasi yang sangat luar biasa.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, lonjakan harga cabai di Tanah Air akan ditangani secara cepat. Diharapkan harga cabai rawit merah di Samarinda dan daerah lain bisa segera turun.

“Tetapi ini luar biasa sekali kalau sampai sebesar itu (harganya),” ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta.

Persoalan gejolak harga komoditas pangan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah. Seperti saat ini, salah satu komoditas pokok yaitu cabai rawit mengalami lonjakan harga yang begitu besar, tidak hanya di Jakarta, namun juga terjadi di berbagai wilayah.

Adapun program pemerintah untuk pemerataan area tanam di daerah agar dapat memenuhi kebutuhan wilayahnya dan tidak lagi bergantung pada daerah lain.

Dari data pagu anggaran Ditjen Hortikultura pada tahun 2017 untuk program zona produksi kawasan bawang merah dianggarkan Rp 280 miliar dengan luas lahan 7.000 hektar lahan. Sedangkan program zona produksi kawasan aneka cabai dianggarkan Rp 457 miliar dengan total luas lahan 15.000 hektar.

Melonjaknya harga cabai ini sebuah contoh kebijakan pemerintah akan sistem yang harus mulai dibenahi. Dampak “efisiensi” yang tercantum dalam pasal 33 ayat 4 dalam undang-undang yang telah diamandenmen. Dengan kembali ke UUD 45 yang asli, akan kembalinya sistem yang lebih membela rakyat kecil.

(Reza Fatur)

Leave a Reply

%d bloggers like this: