Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Komitmen Rendah DPR

Rupanya DPR tidak jera dan telah mengalami kebutaan dan ketulian Politik. Kinerja DPR periode 2014-2019 dinilai mengalami kemunduran khususnya pada fungsi legislasi dibanding periode sebelumnya. Lambatnya peresmian Program Legislasi Nasional yang harusnya dilakukan pada waktu awal mereka menjabat. Kemudian Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Lucius Karius pun menilai kinerja DPR yang cukup buruk.

Dilansir dari Suara Pembaruan, “hal ini sangat nampak, bisa dilihat DPR sebelumnya melakukan fungsi legislasi cukup baik, tapi periode sekarang cukup mengecewakan”.

Menilai kinerja fungsi DPR RI yang lainnya juga tak kalah mandegnya dibandingkan legislasi. Catatan Formappi terkait hasil pengawasan DPR masih bersifat formalistis dan pengawasan tak bisa menemukan persoalan mendasar sekaligus solusinya.

“Bahkan dalam kasus tertentu ruang pengawasan ini dipakai untuk tawar menawar kepentingan antara DPR dan pemerintah. Fungsi anggaran juga seleasai dengan pengesahan RAPBN/P. Bagaimana anggaran dipakai, tidak menjadi penting bagi DPR,” ujar Lucius.

Banyak faktor yang menyebabkan lambannya atau mandulnya kinerja DPR Periode sekarang. Rendahnya komitmen anggota DPR dalam bekerja sebagai wakil rakyat.

“Komitmen yang rendah didukung oleh kacaunya kehidupan internal partai tertentu yang menambah kerapuhan komitmen para anggota,” tandas Lucius.

Kompetensi anggota DPR sebagiannya tak memadai walaupun secara akademik mayoritas anggota merupakan lulusan sarjana. Keterampilan membuat legal drafting, membutuhkan keterampilan khusus.

Kehadiran tenaga ahli sebenarnya bisa membantu, tetapi faktanya yang disebut tenaga ahli tidak direkrut secara ketat mengikuti kebutuhan DPR. Banyak staf yang disebut tenaga ahli sama sekali tidak paham dengan pekerjaan mereka.

(Reza Fathur)

Leave a Reply

%d bloggers like this: