Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Klaim Sebagai “The Second Founding Fathers”? Lucunya Reformasi!

Sistem pemerintahan orde reformasi menyebabkan Sumber Daya alam kita terkuras habis dan Rakyat harus menanggung utang dari IMF, World Bank dan Badan Internasional yang kredibel serta “utang najis” (odious debt) yang berasal dari utang konglomerat (utang privat) yang di jadikan utang publik.

pendiri negara bermaksud membentuk “negara kesejahteraan” (welfare state), sedangkan pada masa orde reformasi kongloerat dan kroninya antara lain Mafia Berkeley dan pengikutnya, berupaya mendirikan “Negara Penjaga Malam” (night watchmen state) pemerintah hanya dijadikan “penjaga malam”saja, sedangkan perekonomian diserahkan ke “pasar bebas” mengikuti ajaran laissez faire.

Tokoh orde reformasai tidak memahami bahwa sistem pemerintahan campuran tanpa trias politika yang disusun oleh pendiri Negara berdasar asasdemokrasi tetapi berbeda dengan sistem presidensiel Amerika Serikat yang menggunakan Trias Politika dan juga berbeda dengan sistem parlementer Inggris yang tanpa trias politika.

Tokoh orde reformasi juga punya persepsi keliru mengenai sistem pemerintahan susunan Pendiri Negara (sistem sendiri) yang dikiranya sistem presidensiel atau quasi presidensiel

Banyak diantara tokoh orde Reformasi adalah cendikiawan ulung, tetapi diantara mereka itu banyak yang menghargai dirinya terlalu berlebihan, bahkan berani menyebut dirinya sebagai “the second founding fathers”.

Bila klaim mereka lebih sederhana, umpama hanya sebagai “the second framers of the constitution” klaim ini sepenuhnya dapat dibenarkan karena mereka memang penyusun “UUD Tahun 2002” yang sah meskipun diproses secara kurang teratur.

Lucunya, mereka berani mengklaim sebagai “the second founding fathers” tetapi mereka tidak berani mengakui bahwa telah menyusun UUD baru, bukan melakukan amandemen UUD 1945. Artinya UUD 2002 tidak layak dinamakan “UUD 1945”.

 

Mohammad Sulaiman

Leave a Reply

%d bloggers like this: