Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Kesenjangan Sosial Kian Terasa, Penghianatan Terhadap UUD 1945

Sangat disayangkan melihat kondisi arah pemerintahan negara Indonesia ini sudah semakin banyak tidak menguntungkan bangsa dan rakyat Indonesia sebagai pemilik kedaulatan tertinggi. Reformasi tahun 1998 yang dicita-citakan untuk mengembangkan kesejahteraan dan keadialan bagi seluruh rakyat Indonesia hanya isapan jempol. Sejak tahun 1998, tidak ada satupun pemerintahan yang menjalankan UUD 1945. Padahal, reformasi katanya dulu terjadi karena mengganggap rezim sebelumnya tidak menjalankan UUD 1945. Lebih parahnya, di era reformasi ini justru UUD 1945 dikubur.

Sejak reformasi, negara ini hanya disibukkan dengan sebuah iklim perebutan kekuasaan setiap lima tahun sekali. Setiap lima tahun baik itu Pemilu ataupun Pilkada hanya menjadi egoisme partai politik untuk mendapatkan simpati rakyat Indonesia, janji-janji ditebar, lalu menghilang dimakan kepentingan golongan tertentu. Pemerintah tiap periodenya hanya menjalankan keinginan masing-masing tanpa ada kesinambungan untuk pengembangan lintas generasi.

Pertanyaannya, apakah ini yang diinginkan dari sebuah reformasi? Sebuah perpecahan terus-menerus. Sebuah arah yang tidak jelas mau ke mana sebagai bangsa dan negara yang berdaulat. Padalah Pancasila sebagai ruh berbangsa Indonesia, Pembukaan UUD 1945 sebagai jiwa berbangsa Indonesia, dan isi UUD 1945 sebagai raga berbangsa dan bernegara Indonesia tentu bukanlah hal yang dapat dipisah-pisah penerapannya.

Sayangnya, Amandemen UUD 1998-2002 telah salah kaprah. Mengganggap UUD 1945 tidak sesuai dengan zaman. Padahal UUD 1945 diciptakan untuk pedoman berbangsa dan bernegara Indonesia dalam menjawab segala perubahan dan tantangan zaman. Berbagai alasan dibuat untuk membenarkan pengubahan UUD 1945, padahal yang dilakukan itu jelas-jelas telah menghianati jerih payah para pendiri bangsa serta para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi Indonesia Merdeka dari kolonialisme. Padahal yang harus dilakukan adalah menjalankan amanat kemerdekaan itu.

Ironinya di masa ini adalah kita masuk kedalam penjajahan bentuk baru. Penjajahan ini dibuka jalurnya melalui penghianatan terhadap UUD 18 Agustus 1945. Masyarakat awam tidak tahu banyak atas proses amandemen yang terjadi ketika Reformasi itu. Tau-taunya sendi kehidupan bangsa Indonesia semakin terpuruk karena kesenjangan sosial kian terasa, penegakan hukum yang semakin melemah, dan banyak kriminalisasi justru dilakukan terhadap rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa. Kita juga dapat melihat hari-hari ini bagaimana sulitnya masyarakat ekonomi lemah mendapat akses pendidikan, sulitnya mereka mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Kita juga serasa tidak heran melihat para petani kehilangan lahannya, ketika para buruh hanya diperah keringatnya. Yang kaya makin kaya, yang miskin semakin miskin.

Pernyataan makin mengkhawatirkan juga yaitu “ketika UUD 1945 sebelumnya berlaku, masih banyak warga miskin”. Jawabannya jelas, UUD 1945 adalah sesuatu yang harus direalisasikan dan terus diperjuangkan pelakasaannya justru oleh kita sebagai genarasi-generasi yang hidup saat ini. Sebuah revolusi sosial yang terkandung di dalam UUD 1945 (baik dalam pembukaan dan isi) adalah sesuatu penjuangan tiada akhir, maka dari itu UUD 1945 adalah pedoman untuk merealisasikan sebuah cita-cita kesejahteraan sosial itu.

Sebuah perjuangan besar harus ditegakkan. Karena hukum tertinggi di negara ini UUD 18 Agustus 1945 ternyata tidak lagi dipakai sebagai landasan hukum tata negara Indonesia. Dengan ini sangatlah jelas, mengubah UUD 1945 telah melanggar perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mengubah UUD 1945 melanggar Sumpah Pemuda sebagai tanda lahirnya Bangsa Indonesia. Mengubah UUD 1945 adalah melanggar Proklamasi sebagai akta kemerdekaan Bangsa Indonesia. UUD 18 Agustus 1945 adalah akta kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai warisan yang harus dijaga dan dilaksanakan demi menuju cita-cita menuju Bangsa Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.

(Tim Redaksi)

Leave a Reply

%d bloggers like this: