Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Kartu Tani Kembali Diluncurkan

Kembali Kartu Tani kembali diluncurkan serentak untuk 31 ribu petani di enam Pabrik Gula (PG) Jawa Timur diantaranya, (PG Prajekan-Bondowoso, PG Semboro-Jember, PG Jatiroto-Lumajang, PG Pagotan-Madiun, PG Ngadirejo-Kediri, PG Krebet-Malang).

Kartu Tani ini dijadikan database petani agar akurat untuk mengetahui secara detil luas lahan pertanian per petak, waktu panen, kinerja petani, dan berbagai hal teknis lainnya.

Rini Sumarno, Menteri BUMN mengatakan, untuk optimalisasi penggunaan kartu tersebut bisa digunakan melalui penerimanaan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Himbara (Himpunan Bank Negara) seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI untuk pemenuhan kebutuhan para petani. Jika sudah berjalan baik, maka diharapkan PG Asembagoes ini akan menuai hasil produksi gula hingga 3.000 TCD (Ton Cane per Day) hingga akhir tahun ini. Untuk tahun 2017 nanti, diharapkan mencapai 4.000 TCD dan di tahun 2018 nanti, akan semakin optimis mencapai target 6.000 TCD.

“Untuk merealisasikan target tersebut, langkah penggunaan Kartu Tani ini mempermudah pemerintah menata kebijakan, subsidi, dan bantuan agar lebih tepat sasaran. Setidaknya, hal ini mengusung sistem yang lebih kredibel dan akuntabel. Jadi, subsidi tersebut tak akan lagi salah sasaran kepada orang yang tidak berhak menerima bantuan tersebut, seperti halnya pendayagunaan manajemen stok pupuk lebih rapi sesuai pendataan petani. Selain itu, kami akan menutup beberapa pabrik gula yang kurang produktif lantaran terlalu tua perangkat produksi yang produksinya minim,” melansir dari Lensaindonesia.com, saat peluncuruan Kartu Tani di PG Asembagoes-Situbondo

Dari sisi produksi pemerintah akan terus memperhatikan produktifitas setiap pabrik gula di Indonesia ini. Jika tidak, pemerintah akan merugi jika investasi terus dilakukan namun produktifitas pabrik gula tersebut masih saja minim. Untuk itu, harus dilakukan efisiensi, jika demikian kelangsungan produksi gula bisa ditingkatkan dan otomatis kesejahteraan para petani senantiasa akan lebih baik.

“Yang paling utama para petani harus tetap menggiling tebu, dan tak boleh jika efisiensi ini malah menghentikan penggilingan tebu. Memang nantinya ada pabrik gula yang kita tutup, dengan sudah ditingkatkannya kualitas pabrik gula di Asembagus ini. Jika hasil dari petani tebu ini meningkat maka kita akan bangun pabrik gula baru dan petaninya kita beri kesempatan sebagai pemegang saham dari pabrik gula tersebut,” ujar Rini.

Kemunculan kartu tani ini agar memudahkan transaksi dan akses petani kepada pabrik gula. Serta melibatkan elemen masyarakat khususnya petani gula agar lebih produktif dalam menghasilkan gula yang berkualitas tanpa adanya transparasi dari pihak pabrik gula.

(Olive)

Leave a Reply

%d bloggers like this: