Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Investasi Cina Mulai Jadi Petaka

Indonesia mulai terlena dengan banyaknya investasi yang masuk ke dalam negeri. Salah satunya, Cina.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi Negeri Tirai Bambu ini berada di peringkat ketiga setelah Singapura dan Jepang. Tingginya investasi dari Cina berdampak pada semakin banyaknya pekerja asal Cina di Indonesia, baik legal maupun ilegal. Mereka kerap bekerja di proyek yang dibiayai investor Cina.

“Memang banyak investor Cina yang mempekerjakan pekerja dari Cina itu sendiri,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita.

Suryadi menjelaskan, sebelum investasi dari Cina meningkat, pekerja dari dataran Asia Timur tersebut sebenarnya sudah banyak datang ke dan menyebar ke sejumlah negara Asia Tenggara, salah satunya Singapura. Bahkan saking banyaknya, Cina menjadi dominan di negara tersebut, sementara penduduk lokal makin terpinggirkan.

Penemuan WNA asal Cina di berbagai wilayah di Indonesia yang luntang-lantung tanpa kejelasan aktivitas akhir-akhir ini terjadi selama dua tahun terakhir. Kebanyakan WN Cina itu ditemukan tidak sendirian, tapi secara berkelompok atau rombongan.

Dari data yang diperoleh, kelompok-kelompok WN Cina itu marak ditemukan di Jakarta, Tangerang, Padang, Medan, Jambi, Palembang, Lampung, Cilegon, Solo, Banyumas, Semarang, Malang, Surabaya, Makassar, dan Pontianak.

Hampir semua imigran asal China ini adalah laki-laki. Mereka umumnya belum menikah atau jika sudah berkeluarga, mereka meninggalkan anak dan istrinya di negara asal mereka, RRC. Selama di rumah penampungan, imigran haram Cina diajarkan bahasa Indonesia sekedar untuk percakapan singkat sehari-hari.

Temuan berikutnya, para imigran gelap cina ini dimodali oleh cukong yang merupakan bagian atau anggota mafia cina. Mereka diberi modal berupa uang dan banyak dipinjami uang untuk membeli tanah dah membukan usaha di kota-kota yang menjadi tujuan mereka.

Disaat seperti ini pemerintah harus bertindak cepat, membuat keputusan akan investasi besar Cina yang membawa malam petaka bagi rakyat kecil. Sangat miris ketika buruh harus impor dari negara tirai bambu.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: