Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Indonesia Tidak Cuma Tentang Jakarta

 

Jakarta, Ibu kota negara yang merupakan pusat ekonomi, politik dan budaya negara Indonesia. Kota legenda yang mampu menarik masyarakat untuk mempunyai harapan.

Uang yang beredar di Indonesia sebagian besar berada di Jakarta. Pusat pemerintahan berada di Jakarta, dan tidak lupa pusat bisnis Indonesia terpusat di Jakarta.

Nusantara dibuat tergantung dengan kota yang bernama Jakarta. Melihat semua kegiatan penting negara berada di Jakarta. Sekarang Jakarta akan menggelar Pilkada (pemilihan kepala daerah).

Memilih pemimpin secara demokratis dan terbuka. Seluruh sudut pandang mata dan telinga kini tertuju kembali ke Jakarta. Bukan hanya hari ini, melainkan sudah sejak sekian waktu yang silam, seolah tidak boleh ada berita yang lain kecuali Jakarta.

Seperti komentar Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta melihat gejolak Pilkada di Jakarta kepada Kompas.com. “Hingar bingar Pilkada serentak di seluruh pelosok negeri kini senyap terkubur tanpa pemberitaan, seolah yang lain tak memiliki peran bagi hitam putihnya negeri. Seolah hanya Jakartalah yang menentukan Indonesia ke depan. Pilkada Jakarta, seperti menentukan hidup dan matinya Indonesia”

Menurut Dedi adanya “konflik ideologis Pilkada Jakarta telah menyeret pilar-pilar negara pada pergulatan konflik politik yang semestinya tidak terjadi di tengah arus penegakan netralitas dan independensi yang selama ini teruji dalam berbagai percaturan politik, baik pilpres, pilgub, pilbup atau pilwalkot bahkan pilkades”.

Apabila hal yang dapat menganggu Pilkada tidak diatasi dan dikelola dengan baik akan menyebabkan gelombang arus besar yang tidak terkontrol. Akan adanya kefrustasia sosial, kecuriagaan SARA, konflik elit politik dan berujung dengan amuk massa. Masyarakat Indonesia juga harus sadar bahwa Indonesia bukan hanya tentang Jakarta, masih banyak wilayah yang harus mendapat perhatian lebih.

Pilkada Jakarta bukan segalanya bagi Indonesia. Untuk apa kita bermusuhan, berkelahi, bercakar-cakaran, hanya karena ingin punya gubernur yang sesuai harapan.

 

(Prasetya Fauzan)

Leave a Reply

%d bloggers like this: