Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Heboh! Setelah Al-Maidah, Ahok Salah Ngmong Lagi Soal Ini…

ahok-pilih Seperti apa yang dilansir dari BeritaSatu.com (Kamis, 3/11), Calon Gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama mengaku bersyukur apabila karena tekanan massa dia dinyatakan bersalah atas tuduhan penistaan agama yang dilakukannya. Ia mengatakan, fondasi negara saat ini yang sudah diletakkan oleh pendirinya yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian saat ini, tugas yang ada di bangsa ini adalah untuk membangun rumah dari fondasi yang telah diletakkan itu.

“Ini baru mau naik setengah bata, Ahok baru mau naik jadi Gubernur DKI, kalau saya terpilih 50 persen plus 1, berarti satu bata dong? Kalau minoritas bisa jadi Presiden di negara ini tanpa lihat warna kulit, berarti rumah Pancasila kita jadi,” katanya.

Lalu apa yang bermasalah dengan pernyataan Ahok tersebut? Analisa ini bukan terkait Pilkada DKI, melainkan untuk memberitahukan fakta pada seluruh masyarakat Indonesia bahwa ternyata sekelas Gubernur pun tidak mengetahui atau pura-pura tidak tahu bahwa konstitusi negara ini dipalsukan.

Menurut Dwi Gema Kumara, Alumnus Filsafat UI, Pengamat Filsafat Pancasila, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa Ahok mengungkapkan fondasi dari negara ini adalah UUD45 juga NKRI. Kenapa poin ini bermasalah?

Pertama, Karena faktanya pasca amandemen 1998-2002, UUD1945 kita sudah tidak ada. Sudah dibongkar, isinya sangat jauh dari Pancasila. Pengubahannya dilakukan secara ilegal. Karena seharusnya amandemen itu dilakukan terhadap adendumnya, bukan terhadap Undang-undang dasarnya. Saat ini dapat dikatakan bahwa negara ini menggunakan UUD 2002. Jadi masih valid kah ketika Ahok mengatakan bahwa fondasi negara ini adalah UUD45? Yang ada hanyalah UUD45 yang dipalsukan.

d02fd858ae0d0f898203c9bf391f0f35
contoh-contoh buku UUD yang beredar di toko-toko buku

ac5e57bdbc28ed0fee546ce20df2c8b5

Kedua, permasalahan terletak pada istilah NKRI yang kepanjangannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertanyaannya, masihkah ada NKRI? Karena sekarang yang terjadi adalah federalisasi secara halus. Fakta menarik juga bahwa banyak masyarakat tidak tahu, coba saja kita beli buku UUD ke berbagi toko buku saat ini, tulisannya adalah UUD NRI 1945 (bukan UUD 1945). Artinya kata “Kesatuan” hilang. Sehingga secara tidak disadari bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dihapuskan oleh amandemen yang selama ini dilakukan.

“jangan-jangan tidak hanya Ahok yang ga ngerti atau pura-pura ga ngerti masalah ini, pasti pejabat lain juga banyak. Ini berbahaya level pejabat negeri tidak tahu kalau konstitusi negaranya diacak-acak”, pungkasnya.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: