Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Fenomena Dimas Kanjeng dan Degradasi Nilai-Nilai Pancasila

54777_73674_dimas-kanjeng-melamunDimas Kanjeng Taat Pribadi beberapa waktu belakangan ini gencar diberitakan dan diperbincangkan di dunia maya maupun dunia nyata membuatnya begitu fenomenal. Berawal dari kasus pembunuhan terhadap pengikutnya karena membocorkan penipuan mengenai kegiatan-kegiatan di pedepokan yang disinyalir dapat menggandakan uang dan emas. Puluhan bahkan ratusan orang menjadi korban dari penipuan yang berkedok dapat menggandakan uang dan emas. Hal tersebut sangat miris apabila dikaitkan dengan nilai-nilai ideologi bangsa yaitu Pancasila. Masyarakat yang saat ini hidup dalam tantangan globalisasi seakan terjebak dalam suatu kondisi  yang berakibat terjadinya degradasi nilai-nilai Pancasila. Di era globalisasi dewasa ini telah banyak diramalkan oleh para cendekiawan dunia bahwa keberlangsungan dan eksistensi Negara kebangasaan akan mendapat tantangan yang serius, sehingga jikalau segenap elemen kebangsaan tidak memberikan perhatian terhadap masalah tersebut, maka tidak menutup kemungkinan Negara kebangsaan akan mengalami krisis kebangsaaan bahkan dapat mengalami keruntuhan. Bangsa Indonesia yang telah mencapai 71 (tujuh puluh satu) tahun merdeka ini persoalan kenegaraan dan kebangsaan bukannya menatap kedepan mengatasi persoalan kesejahteraan dalam hidup bersama, melainkan terdistrosi ke kancah persoalan-persoalan individual yang hanya untuk kepentingan sendiri maupun kelompok tertentu.

Kasus Dimas Kanjeng tersebut merupakan contoh kehidupan yang dalam kenyataannya akhir-akhir ini semakin menunjukan kekurang dewasaan sebagai masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Suatu hal yang ironis bahwa telah terjadi degradasi Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam contoh kasus tersebut. Pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa hal ini menunjukan bahwa betapapun baiknya suatu sistem Negara dengan suatu perangkat hukum yang baik, tetap harus mendasarkan pada moralitas Negara yang baik pula. Namun apabila tidak memiliki moralitas yang luhur, maka Negara akan mengalami ketidakseimbangan dan akhirnya rakyat akan mengalami penderitaan dan banyak penyimpangan seperti yang terjadi dalam kasus Dimas Kanjeng tersebut.

Sebagai seorang warga negara dan sekaligus sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, mendasarkan pada dasar moral Ketuhanan sesuai dengan agama yang diyakininya. Selain itu juga mendasarkan pada moral kemanusiaan, yaitu moralitas yang adil dan beradab.

Leave a Reply

%d bloggers like this: