Thursday, June 21Kita mulai dari sini...

Fakta Unik Video Porno Mirip Marion Jolla

Penulis: Abu Duda (Penggiat Medsos)

 

Pembaca yang budiman pasti kalian sangat menunggu fakta-fakta tentang gadis yang lagi hist ini kan? Marion Jolla terkenal dengan suaranya yang merdu di ajang pencarian bakat Indonesian Idol yang tayang salah satu acara televisi swasta.

Saya sebagai penulis artikel ini cukup kaget dengan beritanya. Turut prihatin atas pencemaran nama baik yang dituduhkan pada jagoan saya di Indonesian Idol 2018, tentunya Marion Jolla. Namun lebih kaget karena entah siapapun yang ada di video itu, faktanya semakin banyak peredaran macam video seperti itu sebagai produk lokal. Setelah sebelumnya juga sempat ramai berbagai video dengan genre yang sama.

Beras mungkin boleh impor, tapi video prono.. Upss jangan diteruskan. Lanjut ke fokus bahasan.

sumber: google

Satu hal yang bermasalah bukan tentang anak-anak yang sudah terlanjur tersandung pada kasus-kasus semacam ini. Mereka adalah korban. Korban dari lalainya penanaman nilai moral. Perihnya tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah secara intensif soal hal-hal ini. Yang diurus oleh sebagian pemegang kekuasaan hari ini hanya soal pemenangan pilkada dan pemilu mendatang.

Padahal salah satu sarana pencegahan dan penguatan karakter adalah bidang pendidikan. Namun sistem pendidikan melalui kurikulumnya hari ini  cenderung menanamkan nilai-nilai kebebasan, liberalisme yang nyeleneh sejak dini. Tak jarang hingga di kampus-kampus besar pun pengajarnya tidak paham soal menjadi manusia yang beradab. Agama dihina, dijadikan bahan bercanda oleh sebagian artis masa kini. Ini problem serius.

Sebagai contoh lain dalam buku panduan belajar membaca saja diajarkan pada anak kecil untuk menganggap hubungan sesama jenis sebagai hal yang normal. Ini fakta yang pahit dibalik video mirip Marion Jolla. Karena dengan sengaja negara Pancasila dibuat cita rasa liberal. Padahal nilai-nilai kemanusian yang ada dalam Pancasila bukanlah soal kebebasan tanpa batas, tetapi soal adab.

Fakta lainnya bahwa dengan demikian nilai-nilai adab dalam Pancasila semakin jauh panggang dari api. Nilai-nilai keagamaan semakin dijauhkan dari generasi muda. Pemahaman soal nasionalisme dilawankan dengan norma-norma agama. Sehingga subur narasi di era ini bahwa jika mengaku nasionalis harus minim pemahaman dan mempraktekkan ajaran agama. Ini sebuah ironi dan penyesatan.

Padahal kalau mau melihat para pendiri bangsa, rasa nasionalisme mereka sangat kental dengan spirit mereka dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan dalam ajaran agamanya masing-masing.

Dengan kejadian ini sedikitnya  telah membuktikan bahwa jualan Pancasila sekedar kebhinekaan, toleran dan intoleran, hanya akan merobohkan makna luhur Pancasila yang sebenarnya. Ataukah ternyata pembiaran subur terhadap kemerosotan moral juga masuk dalam kategori toleransi? Jika iya, bangsa ini tinggal menunggu kehancurannya.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: