Friday, July 20Kita mulai dari sini...

Dilema Nasionalisme Kidz Zaman Now

oleh: Abu Duda (Penggiat Medsos)

 

Di zaman now tak sedikit program dilakukan pemerintah zaman now untuk merangkul Kidz zaman now dalam upaya pengenalan pilar kebangsaan hingga internalisasi mengenai Pancasila. Pasalnya kidz zaman now diasumsikan terlalu jauh dari pemahaman fondasi kebangsaan dan cita-cita bangsa. Sehingga seringkali tudingan disasarkan pada kidz zaman now. Namun apakah ini salah si Kidz?

Jika ingin adil dalam melihat fenomena kurangnya rasa nasionalisme dan pemahaman kebangsaan pada si Kidz, mari kita melihat pola internalisasi dari adult zaman old. Pasalnya si Adult tidak melakukan estafet pemahaman yang baik pada si Kidz ini.

Adult zaman old dengan segala kegagahan di tengah panggung kekuasaan, sebagian besar dari mereka cenderung mempertontonkan retorika belaka dalam pemahaman kebangsaan. Mereka promosi pada si Kidz soal Pancasila, namun kontras berbeda dalam implementasinya. Bagaimana tidak, yang ditunjukkan pada si Kidz berupa hidup glamor, perebutan kekuasaan yang buta, perilaku koruptif, individualistis, mendukung LGBT dan banyak hal lainnya yang jelas jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Upaya internalisasi yang dilakukan hari-hari ini jika mau jujur hanya memperlihatkan hal-hal seremonial. Temu tokoh, usai itu selfie-selfie. Bahasa lainnya mungkin kampanye gratis pada pemilih pemula.

Si Adult hanya ingin memperlihatkan dirinya yang kini jadi tokoh, sehingga Kidz juga sebetulnya hanya ingin mirip dengan si Adult kelak, yang sudah enak punya jabatan atau popularitas.

Alam bawah sadar Kidz tentu saja tertanamkan lebih dominan dengan apa yang mereka lihat secara faktual. Mereka melihat si Adult yang pada nyatanya jauh dari rasa nasionalisme. Jauh dari perjuangan dalam membela keadilan dan kebenaran. Jauh dari memperjuangkan hak-hak penderitaan rakyat seperti apa yang diamanatkan dalam undang-undang dasar. Dan hingga akhirnya Kidz merasa walaupun demikian yang penting suatu hari hidup enak, toh para pendahulunya juga begitu.

Pada akhirnya lingkup zaman now si Kidz adalah hasil percontohan adult zaman old. Sehingga menjadi sebuah lingkaran setan tiada akhir. Begitupun kedepannya, si Kidz akan menjadi Adult, mulai muncul Kidz baru. Karena setiap zaman akan melahirnya Kidz zaman now-nya. Yang bertumbuh hanya iklim kepalsuan dan keserakahan.

Yang kasihan si Pancasila yang harusnya tak pernah old, yang harusnya selalu berada pada zaman now-nya, yang menunggu dipraktikkan secara utuh penuh ketulusan, malah selalu dijadikan alat kepentingan mencari keuntungan diri sendiri segelintir Adult.

Leave a Reply

%d bloggers like this: