Wednesday, December 13Kita mulai dari sini...

Dana Parpol Naik 10x Lipat, Korupsi Mau Berapa Kali Lipat?

Pemerintah akhirnya memastikan kenaikan anggaran untuk partai politik. Kenaikan yang bisa dikatakan cukup tinggi, angkanya mencapai 10 kali lipat. Yang awalnya Rp.108 per suara, menjadi Rp.1000 per suara. Jika dinominalkan mencapai 124 miliar per tahun. Tentu hal ini menjadi kabar gembira bagi partai politik terkhusus elit-elitnya.

Bahkan ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, mengatakan bahwa dengan naiknya anggaran dari pemerintah untuk pendanaan Parpol ini akan menjadi sebuah ‘gairah baru’ bagi partai politik.

Kita garis bawahi mengenai ‘gairah baru’. Pasalnya memang jika bicara soal uang, apalagi jumlahnya meningkat tentu membuat wakil-wakil rayat bergairah. Tetapi seharusnya logikanya tidak demikian. Walaupun tidak naik pun harus tetap bergairah, karena menjadi politisi itu mutlaknya bentuk pengabdian kepada bangsa. Harus sudah paham bahwa konsekuensinya mendahulukan rakyat makan ketimbang dirinya. Bukan malah mencari kesempatan, mencari jalan pintas untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok.

Ada hal menarik lain yaitu bahwa dana ini bertambah mungkin dengan harapan menurunnya angka korupsi dari para agen-agen partai, yang saat ini sebagian besar bukan menyuarakan cita-cita bangsa Indonesia. Melainkan tidak sedikit yang ber-partai untuk hanya lapak adu nasib. Kalau nasib baik, dapatlah proyek-proyek ‘cincay’, kalau nasib buruk, paling diciduk KPK. Hal yang lumrah dilihat di negeri ini, ketika para pencuri uang rakyat sangat mudah tersenyum ketika dirinya tertangkap.

Tak mengherankan banyak politisi yang terjerat kasus korupsi. Contoh yang masih hangat saja, bagaimana ketua DPR sendiri kini menjadi tersangka mega kasus korupsi E-KTP. Walaupun seharusnya hal ini menjadi hal mengherankan.

Di luar janji-janji manis dari para politisi yang kini semarak mengatakan komitmen anti korupsi, langkah pemerintah ini harus tetap didukung penuh, dengan harapan memang benar bahwa kenaikan anggaran partai mampu mengubah iklim partai politik menjadi lebih sehat.

Jika, anggaran sudah naik, maka konsekuensinya kinerja agen-agen partai ini janganlah mufakat dalam keburukan. Agen-agen partai yang menduduki kursi di DPR khususnya, yang mana RUU banyak sekali yang harus segera diselesaikan. Hal ini tidak mungkin jika dalam sidang saja tingkat kehadiran masih rendah.

Jika dana Parpol naik tetapi kebiasaan politisi tidak berubah menjadi lebih baik, memang harus ada sanksi yang tegas untuk partai-partai yang ada.

Sekali lagi, bersyukurlah kini Parpol dana bantuannya naik. Sepuluh kali lipat, sepuluh kai lipat perasan keringat rakyat. Perlu diingat dengan mata hati, janganlah korupsi yang seringkali terjadi justru semakin ‘bergairah’ pula. Ingat bahwa uang yang kalian pakai itu uang rakyat, jadi haruslah Parpol bermanfaat betul untuk rakyat sepenuhnya. Yaitu memperjuangkan cita-cita berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam Undang-undang Dasar 18 Agustus 1945, bukan UUD 1999, bukan UUD 2000, bukan UUD 2001, dan bukan pula UUD 2002.

Janganlah berpesta demokrasi namun membiarkan rakyat hidup sengsara, sedangkan kalian para wakilnya, para pelayannya, justru asik menikmati kemegahan di tengah utang negara yang semakin membengkak.

 

(Tim Redaksi)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: