Thursday, June 21Kita mulai dari sini...

Opini Publik

Partai Lomba Korupsi, BPIP Hanya Jadi Penyuluh Intoleransi

Partai Lomba Korupsi, BPIP Hanya Jadi Penyuluh Intoleransi

Opini Publik
oleh: Abu Duda   Lagi-lagi akal sehat para generasi penerus bangsa telah diracuni oleh para elit kekuasaan. Maraknya aksi buka-bukaan tindak korupsi malah menjadi ajang 'lomba'. Partai-partai politik yang kadernya terjerat kasus korupsi bukannya malu, malah mencari pembenaran dengan membandingkan jumlah kasus korupsi dengan partai lainnya. Ini jelas sesat fikir, seolah jika jumlah orang yang ditangkap dari satu partai lebih sedikit daripada partai lainnya, menjadi ditolelir karena ada yang lebih banyak. Sangat menyedihkan, memberangus akal sehat, dan pembodohan masal. Di sisi lain, semarak Pancasila terus digelorakan para elit kuasa, namun tidak lengkap dengan sikap dan adab yang konkret. Hidup bermegahan, bermewah-mewahan, sedangkan di sudut lain anak-anak kecil mengais m...
Yang Sana Mau Ke Sana, Yang Sini Mau Ke Sini

Yang Sana Mau Ke Sana, Yang Sini Mau Ke Sini

Opini Publik, Polkum
Penulis: Jacky Jamrewav   Kondisi dan arah perjalanan Bangsa Indonesia di abad 21 ini, semakin hari semakin tak menentu dan terkesan tak memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam berbangsa dan bernegara. Sebagai sebuah negara bangsa yang merdeka dengan perjuangan yang panjang serta pengorbanan yang besar oleh para Pahlawan. Maka alangkah sangat berdosa dan tak tau diri, apabila kita (generasi bangsa) hari ini, tak mampu berterima kasih dan bersyukur atas kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa kepada kita. Oleh sebab itu maka sebagai keharusan sejarah, kita wajib memberih ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada para pendahulu (Pahlawan). Dimana ungkapan itu sejatinya tak hanya ada lewat pemujaan nama-nama dan gambar yang selalu diumbar dalam ruang-ruang ...
Ulama Dibabat, Pendeta Disikat, 2019 Mendekat

Ulama Dibabat, Pendeta Disikat, 2019 Mendekat

Opini Publik
Penulis: Abu Duda¬†   Kurun 3 pekan akhir, Indonesia diwarnai penyerangan ulama yang memakan korban jiwa. Penyerangan dengan modus yang sama yaitu modus 'orang gila. Belum lepas masa-masa berkabung itu, muncul lagi penyerangan terhadap pemuka agama di gereja. Tentu yang jadi pertanyaan, bukan apa motif si yang katanya orang gila itu. Namun, skenario apa yang sedang dimainkan oleh 'invisible power'. Ya, sebut saja invisible power. Sebab saya tak terlalu yakin kalau semua rangkaian penyerangan ini tidak dibangun dibalik power. Power siapa? Entahlah. Saya enggan menduga terlalu jauh. Apalagi sekarang ini kritik ilmiah bisa dibilang hate speech. Yang jelas hal ini tentu bukan hanya menimbulkan kecurigaan dan keresahan antar masyarakat. Terlebih keresahan umat beragama un
4 Hal Yang Belum Kalian Tau Soal Sosok Dilan

4 Hal Yang Belum Kalian Tau Soal Sosok Dilan

Opini Publik
Penulis: Abu Duda (Penggiat Medsos)   Sebagaimana kita ketahui muda-mudi ¬†zaman now sedang gandrung oleh kisah Dilan. Dilan sebuah tokoh dari karya novel fiksi yang ditulis oleh seniman asal Bandung, Pidi Baiq. Novel ini kemudian dijadikan film yang dibintangi oleh Iqbal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha Prescilla (Milea). Tak hanya menjadi perbincangan hangat, sebab katanya sosok Dilan dan Milea pada cerita fiksi yang baru tayang di layar Bioskop baru-baru ini menjadi khayalan romansa kekinian. Banyak status romantis bertebaran setelah orang-orang menontonnya. Namun, dibalik itu ada empat hal yang kalian tentu belum kalian ketahui soal Dilan. Berikut hal-hal yang kalian perlu kalian tau soal sosok Dilan   Dilan Anak Pramuka Sebelum seperti diceritakan para novel