Wednesday, January 17Kita mulai dari sini...

Kronik

Kronika

Kisah Dari Tugu Muda Semarang: Kembali kepada Semangat 17 Agustus 1945

Kisah Dari Tugu Muda Semarang: Kembali kepada Semangat 17 Agustus 1945

Kronik
Pada hari Rabu pagi, 20 Mei 1953, Bung Karno meresmikan Tugu Muda di Semarang yang didirikan di Taman Merdeka di Bojong di muka stafkwatier divisi Diponogoro. Tugu tersebut dimaksudkan sebagai peringatan “pertempuran lima hari” yang dilakukan oleh Angkatan Muda dalam bulan Oktober 1945 melawan Jepang. Tetapi sebagai lambang perjuangan kemerdekaan, tugu ini sesungguhnya didirikan oleh seluruh bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke yang telah menderita dan berjuang untuk kemerdekaannya, demikian kata Bung Karno dalam Pidatonya. Pukul delapan lebih dua puluh menit Bung Karno tiba di lapangan terbang Kalibanteng dengan pesawat GIA dari Jakarta. Setelah memeriksa barisan kehormatan, presiden menuju ke Taman Merdeka untuk meresmikan tugu itu. Perhatian rakyat terhadap kepala Negara i
Listrik Naik, Inikah Efisiensi Berkeadilan?

Listrik Naik, Inikah Efisiensi Berkeadilan?

Kesra, Kronik
BUMN seyogianya adalah sarana pemerintah dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang terjangkau dan mensejahterakan rakyat. Namun, hingga saat ini BUMN tampaknya belum bisa mewujudkan itu semua. Pasalnya usaha-usaha milik negara itu terus saja memperbesar hutangnya, di sisi lain juga terus mengurangi subsidi pada masyarakat menengah ke bawah. Hal tersebut patut diberikan kecurigaan yang besar, mengapa yang menjadi sasaran akibat buruknya sistem pengelolaan BUMN justru lebih besar pada rakyat kecil. Sebagai contoh, kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PLN. Bagi pelanggan PLN berdaya 900 VA, awal Juli 2017 nanti tarif listrik akan naik lagi. Tarif listrik golongan yang masuk dalam kategori rumah tangga mampu (RTM) ini naik seiring pencabutan subsidi yang diberlakukan pemerintah se...
Indonesia Ladang Subur Terorisme, Kembalikan SISHANKAMRATA

Indonesia Ladang Subur Terorisme, Kembalikan SISHANKAMRATA

Hankam, Kronik
Sungguh mengkhawatirkan, lagi-lagi rakyat disuguhkan aksi terorisme oleh pihah-pihak yang jelas tidak berperikemanusiaan. Aksi-aksi teror bom di Indonesia bukan lagi menjadi barang langka. Motif pelaku beraneka rupa, mulai dari sekedar menyatakan eksistensi diri, kontra pemerintahan, hingga jaringan teror internasional. Setidaknya sejarah telah mencatat buruknya sistem pertahanan dan keamanan di Indonesia seiring bergulirnya reformasi. 1998: Pada awal reformasi Januari 1998, bom meledak di rumah susun Senen, Jakarta. Di tahun yang sama tempat parkir kendaraan di Atrium Plaza di Jakarta Pusat, diledakkan. Sejumlah mobil rusak berat. 1999: Pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Agus Salim (dikenal sebagai Jalan Sabang), Jakarta Pusat, diledakkan sehingga merusak bagian toko itu. Pelak...
Hak Angket Yang Salah Sasaran, DPR Wakil Mafia

Hak Angket Yang Salah Sasaran, DPR Wakil Mafia

Kronik
Ada apa dengan wakil-wakil rakyat di Senayan sana? Tampaknya hal ini merupakan pertanyaan serius yang harus digaungkan seantero masyarakat dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Rote. Bukan tanpa alasan, DPR akan kembali menggelar rapat paripurna pada Kamis ini (27/4/2017), salah satunya membahas hak angket untuk KPK. Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu undang-undang dan atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Apa yang terjadi jika hak angket ini bergulir? Tentu saja pelemahan terhadap KPK kian nyata apabila hak angket ini digulirkan. Bagaikan kebakaran jenggot wakil-wakil rakya...