Tuesday, September 25Kita mulai dari sini...

Kronik

Kronika

Kisah Dari Tugu Muda Semarang: Kembali kepada Semangat 17 Agustus 1945

Kisah Dari Tugu Muda Semarang: Kembali kepada Semangat 17 Agustus 1945

Kronik
Pada hari Rabu pagi, 20 Mei 1953, Bung Karno meresmikan Tugu Muda di Semarang yang didirikan di Taman Merdeka di Bojong di muka stafkwatier divisi Diponogoro. Tugu tersebut dimaksudkan sebagai peringatan “pertempuran lima hari” yang dilakukan oleh Angkatan Muda dalam bulan Oktober 1945 melawan Jepang. Tetapi sebagai lambang perjuangan kemerdekaan, tugu ini sesungguhnya didirikan oleh seluruh bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke yang telah menderita dan berjuang untuk kemerdekaannya, demikian kata Bung Karno dalam Pidatonya. Pukul delapan lebih dua puluh menit Bung Karno tiba di lapangan terbang Kalibanteng dengan pesawat GIA dari Jakarta. Setelah memeriksa barisan kehormatan, presiden menuju ke Taman Merdeka untuk meresmikan tugu itu. Perhatian rakyat terhadap kepala Negara i
Mahasiswa UI Gelar Deklarasi “Mahasiswa UI Lawan Penindasan”

Mahasiswa UI Gelar Deklarasi “Mahasiswa UI Lawan Penindasan”

Kronik
Sekian lama mati suri, akhirnya Mahasiswa UI mulai muncul dengan langkah awal mendeklarasikan sebuah gerakan "Mahasiswa UI Lawan Penindasan". Rabu, 5 April 2017 mereka berkumpul di Taman Lingkar area Perpusatakaan UI, Depok. Walapun gerakan ini bukan di inisiasi oleh organisasi semacam BEM UI, gerakan ini merupakan bentuk kegeraman dari mahasiswa UI yang sudah gerah melihat penindasan yang dilakukan oleh penguasa pada rakyat, namun mahasiswa UI umumnya banyak diam saja. Adapun kegiatan-kegiatan sosial di kampus yang diadakan oleh lembaga mahasiswa bukan tidak ada, tetapi sifatnya lebih banyak yang seremonial, juga kegiatan yang terus berkutat pada konsep-konsep, bukan pergerakan yang progresif dan revolusioner. Satu per satu mahasiswa yang hadir mulai memberikan orasi di mimbar bebas...
Setelah Raja Salman, Giliran Sinetron e-KTP

Setelah Raja Salman, Giliran Sinetron e-KTP

Kronik
Setelah kedatangan Raja Salman, kini masyarakat Indonesia digiring pada  temuan kasus korupsi oleh KPK.  KPK menduga ada perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek e-KTP. Sejumlah nama tokoh politik di DPR RI disebut menerima aliran dana korupsi. Ini jelas merupakan hal yang menyedihkan. Pasalnya kita melihat banyak sisi berbangsa dan bernegara yang kian ambruk. Di sisi lain, kegaduhan politik setelah terungkapnya nama-nama dalam dakwaan kasus dugaan korupsi e-KTP. Terungkapnya nama-nama besar dalam dakwaan itu menimbulkan kekhawatiran akan adanya upaya kriminalisasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di lain pihak seolah ada upaya saling serang, saling menyalahkan antar lembaga-lembaga ini. KPK menil
Membangun Patriotisme Baru Yang Bernapaskan Nilai-Nilai Budaya Maritim

Membangun Patriotisme Baru Yang Bernapaskan Nilai-Nilai Budaya Maritim

Kronik
Ada beberapa hal yang kiranya dapat menjadi catatan kita agar tidak terus larut terbawa kepada kejayaan masa silam. Namun, bagaimana agar kejayaan, pemikiran, dan perjuangan para leluhur dan pendahulu kita tetap mengilhami gerak langkah dan arah perjuangan negara bangsa ini di masa-masa yang akan datang. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang hendaknya diperhatikan dalam melihat Indonesia di masa depan. Pertama, bagaimana membangun kebudayaan bangsa Indonesai yang bermartabat. Pembangunan nasional ke depan hendaknya berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa agar kita memiliki kepribadian. Kedua, bagaimana menyegarkan kembali paham kebangsaan. Tujuannya, agar ikatan dan perjanjian luhur dalam berbangsa dan bernegara dapat menjadi ikatan jati diri bangsa yang kuat, sehingga keutuhan bangsa dan...