Thursday, February 22Kita mulai dari sini...

Kronik

Kronika

Democrazy, Psikiater Laris Manis

Democrazy, Psikiater Laris Manis

Kronik, Opini Publik
Oleh: Abu Duda (Penggiat Medsos)   Menjelang 20 tahun reformasi, kasihan masyarakat awam masih harus disibukkan menjadi pemain pinjaman dalam acara nyoblos lima tahunan. Acara nyoblos yang sering jadi lahan perpecahan. Sebagian politisi menilai keributan itu bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Ini jelas gombal. Pemahaman seperti itu segera kita harus koreksi bersama. Karena hingga sampai saat ini, berarti negara belum tuntas soal mau ke mana kita sebagai suatu bangsa. Hanya selalu berfikir soal pemenangan kader dari partai politik masing-masing, dengan agenda politik masing-masing pula. Untuk rakyat? Nampaknya nihil. Bukan barang baru kalau pilkada dan pemilu langsung selalu menjadi arena saling menjatuhkan antar lawan politik. Orang awam lagi-lagi jadi korban kebap...
Tentara Harus Berpolitik!

Tentara Harus Berpolitik!

Kronik
Kamis, 5 Oktober, Tentara Nasional Indonesia merayakan HUT yang ke-72. Di tengah dinamika situasi bangsa saat ini, sudah sepatutnya kita bangga atas kehadiran para kstaria, para patriot yang berasal dari Rakyat itu. Karena sejatinya  memang tentara Indonesia adalah tentara Rakyat. Sehingga kepentingan kedaulatan rakyat adalah tugas pokok utamanya. Sayangnya ditengah kisruh kepentingan para penguasa, tudingan-tudingan miring terus dilayangkan pada TNI kita. Banyak yang berpendapat bahwa aktiftas Panglima TNI saat ini, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, melakukan 'politik praktis'. Padahal dengan tegas Panglima mengatakan bahwa yang dilakukannya semata-mata bentuk politik negara. Disampakan Presiden Joko Widodo dalam acara HUT TNI ke-72 kemarin bahwa “TNI tidak boleh terlibat dalam politik
Kisah Dari Tugu Muda Semarang: Kembali kepada Semangat 17 Agustus 1945

Kisah Dari Tugu Muda Semarang: Kembali kepada Semangat 17 Agustus 1945

Kronik
Pada hari Rabu pagi, 20 Mei 1953, Bung Karno meresmikan Tugu Muda di Semarang yang didirikan di Taman Merdeka di Bojong di muka stafkwatier divisi Diponogoro. Tugu tersebut dimaksudkan sebagai peringatan “pertempuran lima hari” yang dilakukan oleh Angkatan Muda dalam bulan Oktober 1945 melawan Jepang. Tetapi sebagai lambang perjuangan kemerdekaan, tugu ini sesungguhnya didirikan oleh seluruh bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke yang telah menderita dan berjuang untuk kemerdekaannya, demikian kata Bung Karno dalam Pidatonya. Pukul delapan lebih dua puluh menit Bung Karno tiba di lapangan terbang Kalibanteng dengan pesawat GIA dari Jakarta. Setelah memeriksa barisan kehormatan, presiden menuju ke Taman Merdeka untuk meresmikan tugu itu. Perhatian rakyat terhadap kepala Negara i
Mahasiswa UI Gelar Deklarasi “Mahasiswa UI Lawan Penindasan”

Mahasiswa UI Gelar Deklarasi “Mahasiswa UI Lawan Penindasan”

Kronik
Sekian lama mati suri, akhirnya Mahasiswa UI mulai muncul dengan langkah awal mendeklarasikan sebuah gerakan "Mahasiswa UI Lawan Penindasan". Rabu, 5 April 2017 mereka berkumpul di Taman Lingkar area Perpusatakaan UI, Depok. Walapun gerakan ini bukan di inisiasi oleh organisasi semacam BEM UI, gerakan ini merupakan bentuk kegeraman dari mahasiswa UI yang sudah gerah melihat penindasan yang dilakukan oleh penguasa pada rakyat, namun mahasiswa UI umumnya banyak diam saja. Adapun kegiatan-kegiatan sosial di kampus yang diadakan oleh lembaga mahasiswa bukan tidak ada, tetapi sifatnya lebih banyak yang seremonial, juga kegiatan yang terus berkutat pada konsep-konsep, bukan pergerakan yang progresif dan revolusioner. Satu per satu mahasiswa yang hadir mulai memberikan orasi di mimbar bebas...