Monday, November 20Kita mulai dari sini...

Ideologi

Ideologi

Kesaktian Pancasila. Perayaan Pancasila Versi Orde Baru?

Kesaktian Pancasila. Perayaan Pancasila Versi Orde Baru?

Ideologi
Tajuk Rencana Harian Kompas pada 1 Oktober 1996—tepat 20 tahun yang lalu—berjudul “Bagaimana mencoba menjelaskan menjadinya Pancasila sakti.” Tajuk tersebut—kurang-lebihnya—berupa suatu argumentasi mengenai pentingnya 1 Oktober tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada intinya, ia adalah peringatan kemenangan ideologi Pancasila atas ideologi lain yang mencoba merongrong persatuan dan kesatuan bangsa, yakni—terutama—komunisme. Tajuk tersebut lantas menjelaskan betapa langkah-langkah politik Partai Komunis Indonesia (PKI) pada waktu itu menimbulkan suasana mencekam yang penuh kengerian bahkan kekejaman. Hanya berkat pertolongan Tuhan semata, rakyat bahu-membahu bersama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, (ABRI)—diilhami oleh keyakinan akan kebenaran Pancasila—akhi
Awkarin dan Dekadensi Generasi Digital

Awkarin dan Dekadensi Generasi Digital

Ideologi, Kronik
Hari-hari ini kita tak asing lagi dengan sosok Awkarin ataupun Anya Geraldine yang namanya melambung sebagai selebram. Terlebih pemberitaan yang kian memanas akibat postingan-postingan gambar hot mereka yang menampilkan kehidupan pribadi banyak diprotes. Tidak sedikit komentar ditujukan pada mereka. Terutama hal di mana rasa ke-Indonesiaan mereka? Mengapa ke-Indonesia-an? Tentu hal ini menjadi hal yang sangat langka di kalangan generasi muda digital saat ini. Yang dengan mudah menyempitkan makna "kebebasan berekspresi". Padahal dalam sebuah konteks sebuah karya, tentunya nilai-nilai estetika lebih elok bila dipadankan dengan nilai-nilai etika, serta lokalitas di mana kita berpijak. Tentu dari fenomena Awkarin,  kita dapat lihat bagaimana westernisasi yang kebablasan, sehingga menggerus
Kemunduran Jatidiri Bangsa dan Solusinya

Kemunduran Jatidiri Bangsa dan Solusinya

Ideologi
Dunia saat ini memasuki zaman teknologi, dimana semua dapat dilakukan melalui teknologi. Hal tersebut merupakan suatu dampak era globalisasi yang tujuannya adalah membentuk masyarakat global. Di lain pihak timbul permasalahan di era globalisasi saat ini yang berujung pada terkikisnya jatidiri bangsa. Indonesia merupakan Negara merdeka, berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 maka dengan demikian langkah yang harus dipertahankan adalah memelihara jatidiri bangsa Indonesia. Terkikisnya jatidiri bangsa Indonesia bermula dari  tindakan kaum reformis yang melakukan amandemen UUD 1945 yang jauh dari nafas pancasila sebagai jatidiri bangsa. UUD 1945 yang diamandemen sebanyak 4 (empat) kali oleh kaum reformis membuat bangsa Indonesia kehilangan jatidirinya. Akibatnya, ba
Pancasila Jatidiri Bangsa Indonesia

Pancasila Jatidiri Bangsa Indonesia

Ideologi
Pada 1 Juni 1945, ketika Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) menyampaikan “Pancasila” sebagai dasar falsafah negara Indonesia merdeka, dan kemudian pada 18 Agustus 1945 dituangkan dalam bagian “pembukaan” hukum dasar, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, (UUD 1945) pada saat itulah telah lahir suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila yang merupakan suatu karya maha agung (genuine invention) sebagai dasar falsafah, pandangan hidup dan jatidiri Bangsa Indonesia. Kelahiran Pancasila pada pertengahan abad ke-20 di tengah-tengah eksistensi berbagai falsafah, ideologi dan pandangan hidup negara-negara dunia seperti nasionalisme, sosialisme, marxisme, komunisme, liberalisme dan kapitalisme adalah suatu peristiwa