Wednesday, October 18Kita mulai dari sini...

Hankam

Pertahanan & Keamanan

Indonesia Ladang Subur Terorisme, Kembalikan SISHANKAMRATA

Indonesia Ladang Subur Terorisme, Kembalikan SISHANKAMRATA

Hankam, Kronik
Sungguh mengkhawatirkan, lagi-lagi rakyat disuguhkan aksi terorisme oleh pihah-pihak yang jelas tidak berperikemanusiaan. Aksi-aksi teror bom di Indonesia bukan lagi menjadi barang langka. Motif pelaku beraneka rupa, mulai dari sekedar menyatakan eksistensi diri, kontra pemerintahan, hingga jaringan teror internasional. Setidaknya sejarah telah mencatat buruknya sistem pertahanan dan keamanan di Indonesia seiring bergulirnya reformasi. 1998: Pada awal reformasi Januari 1998, bom meledak di rumah susun Senen, Jakarta. Di tahun yang sama tempat parkir kendaraan di Atrium Plaza di Jakarta Pusat, diledakkan. Sejumlah mobil rusak berat. 1999: Pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Agus Salim (dikenal sebagai Jalan Sabang), Jakarta Pusat, diledakkan sehingga merusak bagian toko itu. Pelak...
Partai-Partai dan Rezim Yang Anti NKRI Harus Dibersihkan

Partai-Partai dan Rezim Yang Anti NKRI Harus Dibersihkan

Hankam, Kronik, Opini Publik
Dilansir dari Liputan6.com (26/01/2017) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan terus mengawasi keberadaan Organisasi Masyarakat (ormas) anti-NKRI di Indonesia. Caranya, dengan menerjunkan intelijen dan teritorial TNI. "TNI akan mengerahkan intelijen. Saya juga meminta aparat teritorial mulai dari Babinsa, Danramil, hingga Dandim untuk mengumpulkan fakta terkait adanya ormas anti-NKRI," ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Rabu (25/1/2017). Gatot mengatakan, aparat teritorial dan intelijen akan melaporkan temuan di lapangan mengenai Ormas anti-NKRI tersebut kepada komandannya serta kepolisian setempat. "Aparat teritorial kumpulkan faktanya dan menyampaikan kepada komadan dan polisi setempat," ujar Gatot. Menurut dia, hi...
Konflik Horizontal Terus Dipupuk, Inilah Yang Hendak Ditutupi…

Konflik Horizontal Terus Dipupuk, Inilah Yang Hendak Ditutupi…

Hankam
Oleh: Rizki Pangestu Dalam sekurang-kurangnya dua tahun akhir ini Bangsa Indonesia sedang ditimpa banyak masalah, terutama masalah yang sedang hangat–hangatnya yaitu makin maraknya konflik horizontal di masyarakat. Hal ini diperparah dengan makin ditiupnya oleh para elit politisi pun penguasa untuk kepentingan mereka. Konflik horizontal yang diproduksi terus-menerus ini membuat masyarakat kita terfokus terhadap satu permasalahan ini, namun timbul sebuah pertanyaan yang mendalam yaitu apakah permasalahan inilah merupakan yang merupakan akar masalah dari krisis kebangsaan Bangsa Indonesia. Mari kita menengok sejarah, dimulai dari dilakukannya Sumpah Pemuda pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 merupakan awal dari kesatuan yang melahirkan bangsa Indonesia. Dihadiri oleh sejumlah perwakila
Panglima TNI Tegaskan, Perkuat Sektor Udara dan Laut

Panglima TNI Tegaskan, Perkuat Sektor Udara dan Laut

Hankam
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmayanto memberikan dukungan terhadap pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagi negara poros maritim dunia bukan hanya di Asia Tenggara. Gatot menjelaskan jika pemerintah ingin mewujudkan cita-cita tersebut, maka seharusnya pembangunan yang harus lebih di fokuskan pada kekuatan laut dan udara. Dilansir dari kompas.com "Tidak ada alternatif lain kecuali fokus membangun kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara secara serentak dan sesegera mungkin, agar mampu memantau dan mengawal serta nusantara dengan memiliki keunggulan udara dan laut," ujar Gatot. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara, hampir sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan kemudian mempunyai garis ekuator terpanjang kedua di dunia yang mencapai 95.181 ...