Tuesday, April 24Kita mulai dari sini...

Ekku

Ekonomi & Keuangan

Anomali atau Ketimpangan Nih Bu Sri?

Anomali atau Ketimpangan Nih Bu Sri?

Ekku, Opini Publik
oleh: Dwi Gema Kumara (Alumni Filsafat UI)   Saya langsung tersedak. Tersedak seketika karena begitu kagumnya melihat orang-orang pintar di negeri ini memang begitu pintar. Salah satunya menteri yang katanya kebanggaan saat ini, Sri Mulyani yang disebut Kwik Kian Gie merupakan salah satu kader mafia Berkeley. Dengan segala gudang prestasi di karirnya, satu hal yang membuat saya terkagum adalah keahliannya memilih diksi. Permainan satu kata, namun memiliki dampak opini publik yang fundamental. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lesunya daya beli masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini merupakan gejala anomali di tengah meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga tahun ini. "Konsumsi rumah tangga yang 4,93% kami lihat secara hati-hati. Di satu sisi inflasi sanga...
Pasal 33 UUD 1945; Ukuran Nyata Kebijakan Ekonomi

Pasal 33 UUD 1945; Ukuran Nyata Kebijakan Ekonomi

Ekku
Dalam tulisan yang terbit pada tahun 1955, sepuluh tahun setelah UUD 1945 mendapat kesempatan untuk berperan sebagai pedoman dasar pmerintah dan bangsa secara keseluruhan, Bung Hatta, penyusun pasal itu menyatakan sebagi berikut: Politik perekonomian berjangka panjang meliputi segala usaha dan rencana untuk menyelenggarakan berangsur-angsur ekonomi Indonesia yang berdasarkan koperasi. Di sebelah menunggu tercapainya hasil politik perekonomian berjangka panjang ini, perlu ada politik kemakmuran berjangka pendek yang realisasinya bersumber pada bukti-bukti yang nyata. Sekalipun sifatnya berlainan daripada ideal kita bagi masa datang, apabila buahnya nyata memperbaiki keadaan rakyat dan memecahkan kekurangan kemakmuran kini juga, tindakan itu sementara waktu harus dilakukan oleh mereka yan...
Listrik Naik, Inikah Efisiensi Berkeadilan?

Listrik Naik, Inikah Efisiensi Berkeadilan?

Ekku, Kesra
BUMN seyogianya adalah sarana pemerintah dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang terjangkau dan mensejahterakan rakyat. Namun, hingga saat ini BUMN tampaknya belum bisa mewujudkan itu semua. Pasalnya usaha-usaha milik negara itu terus saja memperbesar hutangnya, di sisi lain juga terus mengurangi subsidi pada masyarakat menengah ke bawah. Hal tersebut patut diberikan kecurigaan yang besar, mengapa yang menjadi sasaran akibat buruknya sistem pengelolaan BUMN justru lebih besar pada rakyat kecil. Sebagai contoh, kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PLN. Bagi pelanggan PLN berdaya 900 VA, awal Juli 2017 nanti tarif listrik akan naik lagi. Tarif listrik golongan yang masuk dalam kategori rumah tangga mampu (RTM) ini naik seiring pencabutan subsidi yang diberlakukan pemerintah se...
Ekonomi Bukanisme?

Ekonomi Bukanisme?

Ekku, Opini Publik
Oleh: As’ad , Mahasiswa FEB UI   Indonesia sebagai negara yang besar seharusnya kuat dalam segi ekonomi. Namun, kenyataannya hingga sekarang Indonesia masih tergantung oleh negara asing. Ini sangatlah berhubungan dengan sistem ekonomi yang kita pakai. Permasalahannya kita pakai sistem ekonomi apa? Tidak jelas. Bahkan orang asing pun mengira kita adalah negara berkepribadian ganda, dualistik, yang lebih parah lagi, ada yang menganggap kita menganut sistem ekonomi bukanisme, bukan kesana, bukan kesini, dan bukan kesitu. Padahal jelas, sistem ekonomi yang seharusnya kita jalankan adalah sistem ekonomi pancasila. Sistem ekonomi pancasila sendiri adalah sistem ekonomi yang keberpihakannya jelas kepada rakyat, keberpihakan yang diperkuat dengan subjek kerakyatan. Ekonomi kita adala