Wednesday, October 18Kita mulai dari sini...

Aksi Lanjutan Pekerja PT. PDK Dibubarkan Paksa

Tangerang–Aksi puluhan pekerja PT Panarub Dwikarya di Tugu Adipura, Kota Tangerang dibubarkan paksa oleh aparat Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota dan petugas Satpol PP Kota Tangerang, Minggu (9/4/2017). Namun ditengah penertiban aksi itu sempat terjadi cekcok mulut antara aparat kepolisian dengan salah sarorang buruh yang berujung penamparan. Aksi penamparan pipi itu dilakukan oleh Kasat Intel Polres Metro Tangerang, AKBP Danu Wiyata terhadap Emelia Yanti.
Perwakilan Pekerja, Kokom Komalawati mengatakan telah terjadi insiden penamparan yang dilakukan oleh Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota AKBP Danu Wiyata terhadap rekannya bernama Emilia Yanti. Sebelum pembubaran aksi pekerja itu terang Kokom sempat terjadi cekcok mulut antara kedua belah pihak.
“Poster dirampas dan massa dibentak-bentak. Selain itu dalam membubarkan aksi ini mereka juga mengeluarkan kata-kata yang merendahkan nilai- nilai kemanusiaan. Kami disebut goblok, bacot dan lain-lain. Masih ada lagi. Ketika kawan kami, Emelia Yanti, berupaya menjelaskan aksi kepada aparat keamanan malah digampar Kasat Intel Polres Tangerang,” sambung Kokom.
Masih kata Kokom bahwa kegiatan aksi piket itu biasa digelar setiap minggu dan diikuti oleh pekerja pembuat sepatu PT. Panarub Dwikarya. Aksi tersebut jelas Kokom sudah berlangsung lima tahun dan aksi perlawan buruh itu merupakan buntut gagalnya pemerintah dalam melindungi hak pekerja dan membiarkan pemilik merek serta Grup Panarub yang berbuat sewenang-wenang. Sedangkan alasan aparat membubarkan aksi di hari libur itu adalah karena dianggap melanggar Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Peyelenggaraan Penyampaian Pendapat Di Muka Umum Di Kota Tangerang.
“Tidak ada alasan kuat keluarnya aturan tersebut, kecuali ambisi merampas kebebasan berpendapat dan berekspresi. Buktinya, kegiatan hiburan di Tugu Adipura dgn menggunakan sound system yang keras dibiarkan,” ujar Kokom membantah.
Sementara saat dikonfirmasi Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Danu Wiyata mengakui insiden penamparan kepada buruh wanita tersebut. Dirinya meminta maaf dan akan menjalin komunikasi dengan pekerja tersebut.
“Ya, saya akan menjalin komunikasi dengan Bu Yanti. Insya Allah nanti malam kalau bu Yantinya bersedia saya akan meminta maaf,” ujarnya Danu, menerangkan aksi pembubaran itu dilakukan pihaknya lantaran massa aksi tersebut tidak mendapatkan izin dari pihak Kepolisian dan Walikota Tangerang.
“Mereka sudah memberi surat pemberitahuan akan melakukan aksi ke Walikota dan Polres, tapi dari Walikota sudah dihimbau untuk tidak melakukan aksi di hari Minggu. Mereka tetap menggelar. Ya, sesuai dengan Perwal petugas Satpol-PP dan Kepolisian harus membubarkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan peristiwa tersebut tengah ditangani Propam Polres Metro Tangerang Kota.
“Propam Polres sedang mendalami dan menindaklanjuti hal tersebut kami mohon waktu untuk meminta keterangan terkait hal tersebut,” ujarnya.
Namun, lagi-lagi ini menjadi sebuah potret hilangnya hak-hak kedaulatan rakyat. Penguasa terus melakukan sikap sewenang-wenang pada rakyatnya, bukannya menjadi pelayan bagi rakyatnya.
(Ikrar)

Leave a Reply

%d bloggers like this: