Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

Ada Apa Dengan Jokowi?

Jakarta, Ada apa dengan Presiden Jokowi? Pentanyaan ini banyak mencuat melihat pertemuan Jokowi satu minggu terakhir pasca kejadian demo 4 November 2016. Jokowi menyambangi pasukan khusus seperti markas Kopasus, dan markas Marinir, serta Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok. Kemudian hari ini Jokowi melanjutkan lawatannya ke Bandung untuk mengunjungi Paskhas dan Secapa.

“Saya melakukan kunjungan hanya untuk melihat kesiapan pasukan TNI dan Polri, tidak lupa memastikan tidak adanya ancaman negara dan negara aman” ujar singkat Pak Presiden dalam wawancaranya yang dikutip dari merdeka.com

“Jangan ada pendapat kekhawatiran (kondisi negara). Saya datang, justru ke markas ini untuk memberikan rasa tentram bagi masyarakat. Ketentraman dan kepastian bagi masyarakat. Karena semua pasukan pada posisi siap mengamankan bangsa dan negara. Jadi justru menentramkan, jangan dibalik-balik,” ungkap dia yang didampingi Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Apakah kunjungan militer Jokowi ada hubungannya dengan demo 4/11/16 lalu akan adanya demo susulan di 25/11/16 nanti?

Melihat lawatan Jokowi menjadikan banyak asumsi pada masyarakat, Jokowi seperti melakukan tindakan preventif akan apa yang akan terjadi 25/11/16 nanti. Padahal Ormas Islam tidak akan melakukan demo lanjutan kalau tuntutannya terpenuhi. Tuntutan Ormas Islam hanya satu, melihat Ahok diadili atas kasus penistaan agama.

Tidak lama Jokowi pada saat melakukan pidato di markas Brimob “”meminta agar Brimob setia terhadap Pancasila dan UUD 1945”, pernyataan ini sangat berbanding terbalik dengan kenyataan sekarang. Tidak lain karena Undang-undang Dasar Negara yang sekarang kita pakai adalah UUD 2002 bukan lagi UUD 1945. Lalu kenapa bisa berubah dari UUD 1945 menjadi UUD 2002? Hal ini terjadi karena amandemen selama empat kali, dari semenejak tahun 1998 sampai 2002. Dengan bukti ini memperlihatkan pemerintah sekarang sudah tidak setia dengan UUD 1945 dan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Jokowi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: