Monday, November 20Kita mulai dari sini...

212 Jilid Dua Bersatunya Kaum Muda dan Ummat Islam

Forum Umat Islam (FUI) dan juga para aktivis Mahasiswa hari ini menggelar aksi massa di depan Gedung MPR/DPR. Dalam aksinya mereka akan meminta MPR dan DPR untuk mendesak pemerintah menyelesaikan akar permasalahan bangsa yang membuat kedaulatan NKRI semakin di ujung tanduk.

Aksi massa ini diberi nama Aksi 212, merujuk pada tanggal hari ini, 21 Februari. Nama ini juga serupa dengan nama aksi pada 2 Desember 2016 lalu.

Aksi 212 di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, digelar pagi ini meski di bawah guyuran hujan deras. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM PTM Zona III dan massa dari FUI berdemo mengajukan sejumlah tuntutan.

Salah satu tuntutannya adalah mendesak MPR menggelar sidang istimewa. “Kami menuntut MPR RI untuk melakukan sidang istimewa untuk kembali ke UUD 1945 naskah asli,” kata Koordinator BEM PTM

Suparman menuturkan para mahasiswa sudah berkumpul sejak pukul 03.00 WIB dan mulai berjalan ke Gedung DPR/MPR pukul 06.00 WIB.

Selain menuntut Sidang Istimewa MPR, massa BEM PTM juga menuntut pemerintah menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat di Indonesia. Suparman menyatakan bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa bukan tindak kriminal sehingga harus dilindungi oleh pemerintah

Massa juga meminta Ahok, sapaan Basuki, segera ditahan terkait dengan status terdakwa kasus penodaan agama. Massa juga meminta proses hukum yang menjerat sejumlah tokoh mereka seperti Muhammad Rizieq Shihab dan Munarman, untuk dihentikan.

Jumlah massa diperkirakan 10 ribu. Namun Koordinator Lapangan FUI,  Bernard Abdul Jabbar mengatakan, jumlah massa bisa saja bertambah berkali-kali lipat dari estimasti itu.

Berkaca pada aksi doa bersama di Masjid Istiqlal beberapa waktu lalu. Saat itu dari perkiraan awal puluhan ribu, namun massa yang datang diklaim mencapai 1 juta.

Bernard mengatakan, massa bukan hanya datang dari Jakarta. Namun juga dari daerah lain seperti Madura, Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa barat

Ia menjamin aksi akan berlangsung damai. FUI yang beranggotakan 85 ormas Islam akan mengerahkan 1.000 orang laskarnya untuk membantu pengamanan.

“Kami komit untuk menjaga ketertiban. Kalau sudah selesai, akan langsung pulang,” katanya.

(Kamal Abidin/red)

Leave a Reply

%d bloggers like this: