Saturday, November 18Kita mulai dari sini...

212 Presiden Waswas

Pernyataan Presiden Jokowi tentang demo 2/12/2016 cukup membuat masyarakat tersenyum, menurut beliau tidak adanya demo 2 desember melainkan adanya kegiatan doa bersama umat muslim yang bertempat di Jakarta.

Seperti yang dilansir dari kompas.com “Siapa yang bilang ada demo (2 Desember)? Yang ada doa bersama, baik itu sebelum Jumatan maupun setelah Jumatan,” ujar Jokowi di Silang Monas, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Jokowi menghimbau kepada rekan media agar tidak membesar-besarkan berita yang ada terkait aksi 2 desember. Elemen masyarakat semua juga harus bergerak mengawal aksi doa bersama dan tentunya Polri akan menjadi baris terdepan menjaga ketertiban acara tersebut.

Dilansir dari merdeka.com Habib Rizieq Shihab memberikan pernyataan “Murni tidak (ada kepentingan). Ini bukan aksi anti China, anti kristen, bukan aksi SARA, bukan aksi politik pilkada, bukan makar. Ini aksi penegakan hukum, aksi penistaan agama, aksi untuk menegakkan keadilan,” kata Rizieq di Kantor MUI, Menteng, Jakarta, Senin (28/11).

“Karena Gonjang ganjing mau ada makar, mau ada gusur, kita gelar sajadah saja. Kalau sudah duduk dzikir tidak ada yang intervensi,” sambung dia.

Adapun penyebutan aksi makar pada 2 desember ini sikap yang cukup berlebihan dari Presiden Jokowi. Pihak pendemo menegaskan aksi yang akan terjadi pada 2 Desember 2016 tidak akan aksi makar.

Adanya isu gerakan makar yang tersebar di sosial media bahkan media, mdapat menimbulkan keresahan tersendiri terhadap masyarakat. masyarakat harus lebih jeli dengan adanya isu yang tersebar akhir-akhir ini.

 

(Muhammad Alifah)

Leave a Reply

%d bloggers like this: